Perbuatan Khulafaur Rasyidin Juga Merupakan Sunnah Yang Wajib Diikuti

KEWAJIBAN MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH DAN SUNNAH KHULAFA’UR RASYIDIN “Kalian akan melihat perselisihan yang hebat sepeninggalku, maka berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (peganglah kuat-kuat), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah sesat.” (Shahih Sunan Ibnu Majah) 1. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. [QS. Al Insaan (76):23] 2. Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. [QS. Muhammad (47):2] 3.… ...[Baca selengkapnya]..........

Sahabat , Seluruhnya ADIL, Orang Yang Mencaci Sahabat, Allah,Malaikat Dan Seluruh Manusiapun Melaknatnya

Semua Sahabat Rasulullah Adalah Adil Dan Haram Hukumnya Mencaci Maki Mereka Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas A.TAQDIM Para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang telah mendapatkan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka telah berjuang bersama Rasulullah untuk menegakkan Islam dan mendakwahkannya keberbagai pelosok negeri, sehingga kita dapat merasakan ni’matnya iman dan Islam. Perjuangan mereka dalam li’ila-i kalimatillah telah banyak menelan harta dan jiwa. Mereka adalah manusia yang sepenuhnya tunduk kepada Islam, benar-benar membela kepentingan umat Islam, setia kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa kompromi, mereka tunduk kepada hukum-hukum agama Allah, tujuan mereka adalah untuk… ...[Baca selengkapnya]..........

Bahaya Mencela Sahabat Nabi, Pelakunya Bisa Menjadi Kafir , Sebagaimana Dilakukan Oleh Orang-orang syiah

Kafirnya Orang yang Mencela Sahabat Nabi Kalau kita melihat tindak tanduk Rafidhah (baca: Syi’ah), mereka tidaklah lepas dari mencela sahabat. Ulama-ulama mereka tidak segan-segan mengatakan bahwa ‘Aisyah –istri tercinta Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam- itu kafir dan pantas menempati neraka. Banyak literatur Syi’ah yang menyebutkan ajaran demikian, bukan hanya satu atau dua pernyataan, bahkan sudah menjadi ajaran pokok mereka. Tulisan kali ini akan menunjukkan bagaimana pujian Allah pada mereka, sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Juga akan dijelaskan pula mengenai kafirnya orang yang mencela sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merenungkan Sifat Mulia Para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi… ...[Baca selengkapnya]..........

Definisi Sahabat, Siapakah Mereka, Kenapa Mereka Menjadi Generasi Terbaik?

Pengertian Lebih Rinci Siapakah Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Para Sahabat Nabi adalah orang-orang yang layak dikenal dan diketahui sejarah oleh kaum muslimin. Karena merekalah yang membantu perjuangan Islam dan lewat mereka ilmu Islam berkembang dan berjaya. Allah memuji mereka dalam firman-Nya مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا “Muhammad itu adalah… ...[Baca selengkapnya]..........

Ummu Kultsum Binti Ali Bin Abu Thalib (cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam)

Kelahiran Beliau Ummu Kultsum binti Ali bin Abu Thalib, bani Hasyimiyah saudara kandung Al Hasan dan Al Husain anak-anak dari Fatimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia dilahirkan pada tahun 7 Hijriyah. Dia pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi tidak didapati bahwa beliau pernah meriwayatkan sesuatu dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Yang mana didalam kitab Syiar A’lam An-Nubala’ di masukkan dalam urutan generasi Tabi’in yang Pertama, pen.) Menikahnya dengan Umar bin Khaththab Umar bin Khaththab men-khitbah-nya (meminangnya) ketika Ummu Kultsum masih kecil. Ali bertanya kepada Umar, “Apa yang kamu inginkan dari dirinya ?” dia menjawab, “Sesungguhnya aku mendengar… ...[Baca selengkapnya]..........

Khansa Binti Amru Radhiallahu ‘anha

Nama lengkapnya adalah Tamadhar binti Amru bin al-Haris bin asy-Syarid, seorang wanita penyair yang tersohor. Beberapa syair terlantun dari lisan beliau di saat kematian saudaranya Shakhr di masa jahiliyah, maka beliau meratap dengan ratapan yang menyedihkan, yang akhirnya syair tersebut menjadi syair yang paling terkenal dalam hal syair duka cita. Di antara syair yang bagus yang beliau ciptakan adalah sebagai berikut. Menangislah dengan kedua matamu atau sebelah mata Apakah aku akan kesepian karena tiada lagi penghuni di dalam rumah Dan di antara syair beliau yang bagus adalah : Kedua mataku menangis dan tiada akan membeku Bagaimana mata tidak menangis untuk… ...[Baca selengkapnya]..........

Muhammad Ibn Waasi’ Al-azdiy-[2-2] (bersama Qutaibah Bin Muslim: Kemesraan Ulama Dan Penguasa)

“Sesungguhnya jemari-jemari Muhammad ibn Waasi’ al-Azdiy lebih aku cintai daripada seribu pedang yang terhunus yang dibawa oleh seribu pemuda yang gagah” (Qutaibah ibn Muslim) Kita sekarang berada pada tahun 87 H… Inilah kebanggaan kaum muslimin seorang panglima al-Faatih (yang telah menaklukkan banyak kota) yaitu Qutaibah ibn Muslim al-Bahili, ia berangkat bersama pasukannya yang banyak dari kota Marwa* mengarah ke daerah Bukhara.** Ia bertekad untuk menaklukkan apa yang tersisa dari negeri-negeri Maa Waraa’ an-Nahri***…dan memerangi ujung Cina dan mewajibkan jizyah (upeti) kepada para penduduknya. Akan tetapi belum sampai Qutaibah ibn Muslim menyeberangi sungai “Sihuun “**** penduduk Bukhara sudah mengetahui dan bersiap-siap… ...[Baca selengkapnya]..........

Muhammad Ibn Ali Ibn Abi Thalib (lebih Dikenal Dengan Muhammad Ibn Al-hanafiah; Jauhi Kekuasaan Demi Menjaga Pertumpahan Darah)

“Yang aku tahu, hanya Muhammad bin al-Hanafiyyah yang banyak menimba ilmu dari ‘Ali.” (Ibn al-Junaid) Telah terjadi percekcokan antara Muhammad ibn al-Hanafiyyah dan saudaranya al-Hasan ibn Ali, maka Ibn al-Hanafiah mengirim surat kepada saudaranya itu, isinya, “Sesungguhnya Allah telah memberikan kelebihan kepadamu atas diriku…Ibumu Fathimah binti Muhammad ibn Abdullah SAW, sedangkan ibuku seorang wanita dari Bani “Haniifah.” Kakekmu dari garis ibu adalah utusan Allah dan makhluk pilihannya, sedangkan kakekku dari garis ibu adalah Ja’far ibn Qais. Apabila suratku ini sampai kepadamu, kemarilah dan berdamailah denganku, sehingga engkau memiliki keutamaan atas diriku dalam segala hal.” Begitu surat itu sampai ke tangan… ...[Baca selengkapnya]..........

Husain Bin Ali Al-ju’fi (ulama Yang Zuhud Lagi Wara’)

Husain bin Ali Al-Ju’fi adalah seorang ulama yang tidak pernah menikah. Lahir pada tahun 119 H dan wafat tahun 203 H. dalam kitab Tadzkirat Al-Huffazh karangan Imam Adz-Dzahabi hal. 349 dan kitab Tahdzibu At-Tahdzib karangan Ibnu Hajar jilid 2 hal 358 dijelaskan tentang biografi Husain bin Ali Al-Ju’fi sebagai berikut: Syaikhul Islam, Abu Ali Al-Ju’fi lahir di Kufah. Beliau adalah seorang yang hafal Al Qur’an, zuhud (meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat bagi akhiratnya) dan menjadi tauladan bagi kaum muslimin. Beliau pernah membaca Al-Qur’an dihadapan Hamzah Az-Ziyat dan mendengarkannya dari Amr bin Al-Ala’, Al-A’masy, Ja’far bin Burqan, Sufyan dan lain sebagainya.… ...[Baca selengkapnya]..........

Ummu Kultsum Binti Ali Bin Abu Thalib (cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam)

Kelahiran Beliau Ummu Kultsum binti Ali bin Abu Thalib, bani Hasyimiyah saudara kandung Al Hasan dan Al Husain anak-anak dari Fatimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia dilahirkan pada tahun 7 Hijriyah. Dia pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, akan tetapi tidak didapati bahwa beliau pernah meriwayatkan sesuatu dari rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Yang mana didalam kitab Syiar A’lam An-Nubala’ di masukkan dalam urutan generasi Tabi’in yang Pertama, pen.) Menikahnya dengan Umar bin Khaththab Umar bin Khaththab men-khitbah-nya (meminangnya) ketika Ummu Kultsum masih kecil. Ali bertanya kepada Umar, “Apa yang kamu inginkan dari dirinya ?” dia menjawab, “Sesungguhnya aku mendengar… ...[Baca selengkapnya]..........

Masruq Bin Al-ajda’ (potret Ulama Takwa, Wara’ Dan Zuhud)

Beliau pernah berguru kepada kalangan ulama shahabat rhum, seperti Abdullah bin Mas’ud, ‘Ali dan ‘Aisyah. Beliau seorang yang zuhud, wara’ dan ahli ibadah. Nama Dan Kelahirannya Beliau bernama Masruq bin al-Ajda’ al-Hamadani al-Wadi’i, Abu ‘Aisyah al-Kufi. Al-Hafizh Abu Bakar al-Khathib berkata, “Ada yang mengatakan, ia dulu pernah dicuri (diculik) saat masih kecil lalu diketemukan, maka kemudian dinamai dengan Masruq (orang yang dicuri/diculik). Tidak seorang ulama pun yang menyebutkan dengan jelas kelahirannya. Mereka hanya menyatakan bahwa ia wafat pada tahun 62 H atau 63 H. Pujian Ulama Terhadapnya Dari ‘Amir asy-Sya’bi, ia berkata, “Aku tidak mengetahui ada seorang pun yang lebih… ...[Baca selengkapnya]..........

Ummu Aiman Radhiallahu ‘anha

Perjalanannya dalam mengiringi kehidupan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tak dapat diabaikan. Kemuliaan yang disandangnya di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tak layak dilupakan. Hingga manusia paling mulia itu pun berkata tentangnya, dialah ibu setelah ibuku…. Wanita yang mulia ini bernama Barkah bintu Tsa’labah bin ‘Amr bin Hishn bin Malik bin Salamah bin ‘Amr bin An-Nu’man Al-Habasyiyah radhiallahu ‘anha. Namun dia lebih dikenal dengan kunyahnya, Ummu Aiman. Semula Ummu Aiman radhiallahu ‘anha adalah seorang budak milik ‘Abdullah bin ‘Abdil Muththalib, ayah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di kemudian hari, setelah ‘Abdullah bin ‘Abdil Muththalib meninggal, Ummu ‘Aiman radhiallahu ‘anha diwarisi… ...[Baca selengkapnya]..........