Haruskah Masjid Digembok ketika Malam Hari?

Pertanyaan: Apakah masjid-masjid di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikunci pada malam hari dan kaum muslimin yang datang untuk berkunjung ke tempat-tempat suci itu keluar dari sana serta tidur di sekitar beranda-beranda masjid? Jawaban: Di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sepengetahuan kami, masjid-masjid tidak dikunci dan waktu itu belum diberi karpet. Orang-orang pada waktu itu pun takut kepada Allah untuk merusak dan mengotori masjid-masjid. Ketika masjid-masjid mulai diberi karpet dan ada di dalamnya sesuatu yang dikuatirkan akan dicuri serta makin banyak orang-orang yang kurang berakal hingga terjadi oleh sebagian mereka pengrusakan masjid, maka boleh bagi pemerintah mengunci masjid-masjid… ...[Baca selengkapnya]..........

Karena Azannya Meragukan, Makannya Terus

Pertanyaan: Apakah boleh terus santap sahur, sedangkan muazzin telah mengumandangkan azan, atau berhenti? Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu ta’ala menjawab: Ini mesti dirinci. Jika muazzin azan untuk masuknya shalat Subuh, dan engkau tahu itu azan Subuh, maka wajib bagimu untuk berhenti dan menahan diri, karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, لَا يَمْنَعُنَّكُمْ أَذَانُ بِلاَلٍ مِنْ سُحُوْرِكُمْ ، فَإِنَّهُ يُؤَذِّنُ مِنْ لَيْلٍ ، فَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يُنَادِي ابْنُ أُمِّ مَكْتُوْمٍ “Jangan hentikan sahur-sahur kalian karena azan Bilal. Sebab ia azan ketika masih malam.[1] Maka, makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan.[2]” Dan yang [menjadi] dasar dalam… ...[Baca selengkapnya]..........

Hukum Memanggil Istri dengan UMMI” dan “UKHTI””

Pertanyaan: Apakah boleh bagi seorang laki-laki untuk memanggil istrinya “Ya Ukhti [Wahai saudariku]” atau “Ya Ummi [Wahai ibuku]” dengan tujuan untuk mesra saja?   Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahu ta’ala pun menjawab: Ya. Boleh baginya untuk memanggil istrinya, “Ya Ukhti ” atau “Ya Ummi” dan kata-kata semisal itu yang mendatangkan sayang dan cinta, meskipun sebagian ulama memakruhkan seorang laki-laki memanggil istrinya dengan kata-kata seperti itu. Akan tetapi, tidak ada sisi kemakruhannya. Sebab amalan-amalan itu tergantung pada niat-niatnya. Dan laki-laki tersebut tidak meniatkan dengan kata-kata tersebut bahwa [wanita] itu saudara perempuannya yang haram dinikahi dan mahramnya. Ia melakukan itu semata-mata… ...[Baca selengkapnya]..........

Kapan Seorang Muslim Mulai Membiasakan Anak-Anaknya Datang ke Masjid?

Pertanyaan: Apa hukumnya anak-anak dan orang gila masuk ke dalam masjid? Jawaban: Bagi wali yang mengurus orang-orang gila itu hendaknya ia mencegahnya dari masuk ke dalam masjid—agar ia tidak mengganggu lingkungan masjid dan orang-orang yang sedang shalat—dan berusaha mengobatinya. Adapun anak-anak, maka mereka tidak dilarang masuk ke dalam masjid bersama wali-wali mereka atau sendirian—jika anak-anak tersebut sudah mumayyiz [sudah dapat membedakan yang baik dan yang buruk] dan sudah berusia tujuh tahun atau lebih agar mereka ikut shalat bersama kaum muslimin. . وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA Ketua              : Abdul… ...[Baca selengkapnya]..........

Di antara Syarat-Syarat Berjihad

Terkait beberapa syarat dalam berjihad, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah pernah menerangkan, “Haruslah ada di dalam jihad syarat-syarat berupa ada kemampuan pada diri kaum muslimin dan kekuatan yang dengannya mereka bisa berperang. Jika pada mereka tidak ada hal itu, maka mengajak mereka ke dalam peperangan sama dengan memasukkan mereka ke dalam kebinasaan.” Rujukan: Syarhul Mumti’, Juz VIII, halaman 10. ———- Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Kamis,26 Pebruari 2015/7 Jumadil Awal 1436H… ...[Baca selengkapnya]..........

Kapan Saja Sujud Syukur Kita Lakukan dan Bagaimana Cara Melakukannya?

Pertanyaan: Bagaimana sifah [bentuk], rukun-rukunnya, dan syarat-syarat sujud syukur kepada Allah ta’ala atas suatu perkara? Jawaban: Sujud syukur disyariatkan [1] bagi yang diberi kemudahan, [2] bagi yang diberi manfaat dan [3] diangkat mara bahaya darinya. Tentang ini, beberapa hadits dan atsar menunjukkannya. Di antara hadits-hadits yang dimaksud adalah hadits Abu Bakrah radhiyalllahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, biasanya, jika ada perkara yang membuat beliau bahagia, lalu itu disampaikan kepada beliau, maka beliau segera sujud bersyukur kepada Allah ta’ala. Hadits ini diriwayatkan ash-habus sunan [Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i, Ibnu Majah] selain An Nasa-i. At Tirmidzi mengatakan, “[Hadits… ...[Baca selengkapnya]..........

Berkurban Satu Ekor untuk Keluarga

Pertanyaan: Jika istri saya tinggal serumah dengan kedua orangtua saya, apakah cukup buat saya dan kedua orangtua saya berkurban hanya dengan satu ekor hewan kurban ketika hari Idul Adha? Jawaban: Jika memang keadaannya seperti yang engkau sebutkan itu, seorang ayah serumah dengan anaknya, maka kurbanmu itu bisa untukmu, ayahmu, istrimu, istri ayahmu, dan anggota keluarga kalian berdua demi menjalankan sunnah yang ada. Pertanyaan: Jika saya menikahi salah seorang putri bibi saya dan saya punya kemampuan tetapi belum mencampuri istri saya, sementara ia masih tinggal di rumah ayahnya, apakah boleh saya berkurban atas harta itu? Jawaban: Sunnah-nya praktek kurban itu tidak… ...[Baca selengkapnya]..........

Surat Apa Saja Yang Dibaca Ketika Shalat Witir?

Surat Yang Dibaca Ketika Shalat Witir Tanya: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustadz mau tanya,Apakah ada surah-surah pendek tertentu yang harus dibaca pada rakaat-rakaat dalam sholat witir.Trima kasih atas jawabannya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Bu Elly, Pontianak) Jawab: Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Beberapa hadist menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surat-surat tertentu ketika shalat witir, akan tetapi ini hukumnya tidak wajib. Dan kita boleh membaca surat apa saja yang mudah bagi kita. Diantara surat yang disunnahkan dibaca: 1. Jika shalat witirnya 3 rakaat, membaca surat Al-A’laa pada rakaat pertama, surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, surat Al-Ikhlas pada rakaat ketiga. Dalilnya: عن أبي… ...[Baca selengkapnya]..........

Pelaksanaan Aqiqah Bayi Dan Tatacaranya Yang Diajarkan Oleh Rasulullah

Ahkamul Aqiqah Oleh : Abu Muhammad ‘Ishom bin Mar’i A. PENGERTIAN AQIQAH Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.25-26, mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.” Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata : “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.” Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (An-Nasikah). B. DALIL-DALIL SYAR’I TENTANG AQIQAH Hadist No.1 : Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia… ...[Baca selengkapnya]..........

Baru Akikah setelah Punya Harta

Pertanyaan: Seseorang dikarunia beberapa anak laki-laki. Mereka semua belum diakikahkan, karena orang tadi waktu itu dalam keadaan fakir. Dan setelah beberapa tahun, Allah berikan ia kelapangan harta. Apakah wajib baginya untuk melakukan akikah? Jawaban: Jika yang terjadi seperti yang disebutkan itu, maka yang disyariatkan adalah mengakikahkan setiap anak laki-lakinya dengan dua ekor domba. وبالله التوفيق وصلّى الله على نبينا محمّد وآله وصحبه وسلّم KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA Ketua              : Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz Wakil Ketua   : Abdurrazzaq ‘Afifi Anggota          : Abdullah bin Ghudayan Rujukan: Fatawa lil Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts Al Ilmiyyah wa Al Ifta’:… ...[Baca selengkapnya]..........

Upah Tukang Jagal Dan Panitia Dari Hasil Daging Qurban, Apakah BOLEH??

Sebagian jagal (tukang sembelih qurban) kadang mengambil jatah upahnya dari daging sembelihan qurban, walau ia juga sudah mendapatkan jatah bayaran. Kadang juga sebagai upah, jagal tersebut diberi kulit. Terkadang ia pun mendapatkan jatah daging yang lebih dari pembagian lainnya pada masyarakat. Jika asalnya warga diberi 1 kg daging, mungkin jagal bisa dapat jatah 2 kg. Lebihnya inilah yang dianggap sebagai tambahan upah. Padahal namanya qurban itu diserahkan segala hasilnya secara cuma-cuma (tabarru’an), bukan maksud mendapatkan timbal balik barang atau uang seperti dalam jual beli atau timbal balik jasa sebagaimana mengupahi. Karena jika sebagian hasil qurban semisal kulit atau daging diserahkan… ...[Baca selengkapnya]..........

BERKURBAN ATAS NAMA ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

Pertanyaan: Apa boleh menyembelih kurban atas nama orang yang telah meninggal dunia? Jawaban: Kaum muslimin sepakat tentang disyariatkannya hal itu. Boleh menyembelih kurban atas nama orang yang telah meninggal dunia, karena keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ ، أَوْ عِلْمٌ يَنْتَفِعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُ لَهُ “Jika salah seorang anak Adam meninggal dunia, akan terputus amalannya kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, dan Al-Bukhari—dalam Al-Adab Al-Mufrad—dari sahabat Abu Hurairah. Menyembelih… ...[Baca selengkapnya]..........