Silsilah Hadits-hadits Masyhur-13 (syahwat Wanita Berlipat Ganda Atas Syahwat Laki-laki?)

MUKADDIMAH Kita sering mendengar ucapan banyak orang bahwa syahwat (seksualitas) kaum wanita melebihi berlipat-lipat dari syahwat kaum laki-laki. Sepintas, ucapan itu terkesan benar, namun benarkah demikian? Adakah dasarnya? Silahkan baca selanjutnya!! TEKS HADITS إِِنَّ شَهْوَةَ الِّنسَاءِ تُضَاعِفُ عَلَى شَهْوَةِ الِّرجَالِ Sesungguhnya syahwat (seksualitas) kaum wanita berlipat ganda melebihi syahwat kaum laki-laki Imam as-Suyuthi (pengarang kitab rujukan kajian ini) mengatakan, Di dalam kitab al-Awsath dari hadits Ibn ‘Umar terdapat lafazh: فُضِّلَتِ اْلمَرْأَةُ عَلَى الرَّجُلِ بِتِسْعَةٍ وَتِسْعِيْنَ مِنَ الَّلذَّةِ وَلَكِنَّ اللهَ تَعَالَى أَلْقَى عَلَيْهِنَّ الْحَيَاءَ Wanita dilebihkan atas laki-laki sebanyak sembilan puluh sembilan kenikmatan (seksualitas) akan tetapi Allah Ta’ala melemparkan sifat malu… ...[Baca selengkapnya]..........

Hukum Hal Yang Berbahaya Dan Membahayakan Orang Lain

Mukaddimah Dlarar dalam ungkapan bahasa Arab memiliki pengertian yang luas dan hadits yang akan kita kaji kali ini membicarakan tentang hal itu semua. Teks hadits ini saja kemudian menjadi salah satu dari lima kaidah fiqih terbesar. Bagaimana penjelasan hadits selanjutnya? Apa definisi Dlarar itu? apa saja yang dianggap Dlarar itu? Bagaimana syari’at mensikapinya? Silahkan simak! Naskah Hadits عَنْ أَبيِ سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ سِنَانِ اْلخُدْرِي رَضِيَ الله ُعَنْهُ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ” Dari Abu S’aid, Sa’d bin Sinan al-Khudry RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh (ada) bahaya dan menimbulkan bahaya.” Takhrij Secara… ...[Baca selengkapnya]..........

Beberapa Pendapat Imam Madzhab Tentang Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam

Pada kesempatan ini, kami akan menyebutkan pendapat beberapa Imam tentang mengikuti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan meninggalkan perkataan selainnya jika bertentangan dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : Imam Abu Hanifah yang meninggal pada tahun 150 H, dan termasuk salah satu imam yang empat yang tertua yang pendapatnya banyak diikuti orang : Tidak boleh seseorang mengikuti pendapat kami sebelum mengetahui dari mana kami mengambilnya. Haram bagi yang tidak mengetahui dalil saya kemudian memberi fatwa dengan kata-kata saya, karena saya adalah manusia biasa yang sekarang bicara sesuatu dan besok tidak bicara itu lagi. Jika saya mengucapakan pendapat yang bertentangan dengan… ...[Baca selengkapnya]..........

Sudahkah Kita Mencintai Nabi

عن أنس – رضي الله عنه – أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :« لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين » أخرجه البخاري[32] ومسلم[33] Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Tidak beriman salah seorang di antara kalian, hingga menjadikan aku lebih dicintai melebihi kecintaannya kepada anaknya, bapaknya dan seluruh manusia.”(HR.al-Bukhari dan Muslim) Kecintaan Yang Wajib Termasuk salah satu hak Nabi yang wajib ditunaikan oleh umatnya adalah mahabbah/mencintai beliau, dan telah datang perintah untuk itu di dalam al-Quran, yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: – { قل إن… ...[Baca selengkapnya]..........

Yang Perlu Anda Ketahui Dari Hadits-11 (definsi Hadits Mutawatir Dan Ahad)

1. Hadits Mutawatir Adalah hadits yang datang dari jumlah perawi yang amat banyak (yaitu pada setiap level sanad/jalur transmisisnya), di mana mustahil mereka semua terlibat dalam dusta (secara berjemaah-red) dan menyandarkan kepada hal yang fisik (dapat dirasakan). Penjelasan Dan Catatan Atas Definisi Di atas a. Sebagian para ulama membatasi jumlah jalur Mutawatir sebatas empat jalur, ada yang mengatakan lima jalur, ada yang mengatakan sepuluh jalur, ada yang empat puluh, ada yang tujuh puluh, dan lainnya. Sedangkan pendapat yang dipegang kebanyakan para ulama adalah jumlah yang mencapai keyakinan. Perkataan ini dinisbatkan kepada jumhur ulama. (Lihat: Taudhih al-Afkar, 2/403) b. Makna definisi… ...[Baca selengkapnya]..........

Sekilas Sunan Ibn Majah

Beliau adalah Abu Abdillah, Muhammad bin Yazid bin Majah, al Hafizh Al Kabir Al Hujjah Al Mufassir, pengarang Sunan, sejarah, tafsir dan lainnya. Ia salah satu al Hafizh dari Quzwain pada masanya. Dilahirkan tahun 209 H dan wafat tahun 273 H. Nama Buku Lebih dikenal di tengah kaum Muslimin dengan penisbatannya kepada pengarangnya, yaitu Sunan Ibn Majah. Ibn Majah menyusun kitabnya berdasarkan bab-bab, yang mencakup sunnah-sunnah dan hukum-hukum seperti buku-buku sunnah lainnya. Di dalamnya, beliau mengeluarkan hadits shahih, hasan dan dha’if (lemah). Di dalamnya, juga terdapat sebagian hadits-hadits munkar dan maudhu’ akan tetapi jumlahnya hanya sedikit. Karena hal inilah pula,… ...[Baca selengkapnya]..........

Para Mujtahid Berpegang Pada Hadits

Setiap imam empat rahimallah melakukan ijtihad sesuai dengan hadits yang telah sampai kepadanya. Maka terjadinya perbedaan pendapat antara mereka, adalah karena ada imam yang telah mendengar hadits tertentu, sementara imam lain belum mendengarnya, hal itu disebabkan karena hadits-hadits waktu itu belum ditulis dan para penghafal hadits telah berpencar-pencar. Ada yang di Hijaz, Syam, Irak, Mesir dan negeri-negeri Islam lainnya. Mereka hidup di suatu zaman di mana transprotasi sangat sulit. Untuk itu kita lihat Imam Syafi’I telah meninggalkan pendapatnya yang lami ketika pindah ke Mesir dari Irak dan memperhatikan hadits-hadits yang baru didengar. Ketika kita melihat Imam Syafi’I berpendapat bahwa wudhu’… ...[Baca selengkapnya]..........

Hukum Ucapan Selamat Pada Hari ‘ied Dan Lafazh-lafazhnya

Mengenai hukum ucapan selamat pada hari ‘Ied penjelasannya adalah sebagai berikut: 1. Di dalam kitab al-Jawhar an-Naqiyy Haasyiyah al-Baihaqy (Jld.III, h.320-321), Ibn at-Turkumaany berkata, “Menurutku, Di dalam bab ini –yakni mengenai ucapan selamat pada hari ‘Ied- terdapat hadits yang kualitasnya Jayyid namun terlewatkan oleh al-Baihaqy, yaitu hadits Muhammad bin Ziyad, dia berkata, ‘Aku bersama Abu Umamah al-Bahily dan para shahabat Nabi lainnya; bila mereka kembali, masing-masing mengucapkan kepada yang lainnya, Taqabballaahu minna wa minkum. Imam Ahmad berkata, ‘Sanadnya Jayyid.” 2. Syaikh al-Albany berkata di dalam bukunya Tamaam al-Minnah (h.356), “Pengarang (yakni Sayyid Sabiq, pengarang buku Fiqhussunnah—red.,) tidak menyebutkan siapa periwayatnya… ...[Baca selengkapnya]..........

Silsilah Hadits-hadits Masyhur-11 (aku Adalah Kota Ilmu Sedangkan ‘ali Adalah Pintunya)

Mukaddimah Ada sementara kelompok agama yang sikapnya berlebihan terhadap Ahli Bait, terutama ‘Ali, berdalil dengan hadits ini (yang akan kita bahas) atas kebenaran pendapat mereka bahwa ‘Ali adalah pintu ilmu, karena itu siapa saja yang ingin memasuki rumah, maka harus lewat pintunya dan –kata mereka- satu-satunya pintu itu adalah ‘Ali, sehingga bila bukan melaluinya, maka tidak sah. Kalau pun kualitas hadits ini dianggap shahih (padahal tidak demikian seperti yang akan dipaparkan nanti), maka tidaklah berarti ia satu-satunya pintu itu, tetapi menurut para ulama, hanya merupakan salah satu dari pintu-pintu ilmu. Memang tidak diragukan lagi, bahwa ‘Ali merupakan ulama kalangan para… ...[Baca selengkapnya]..........

Berpuasa Tapi Tak Berpahala

Membaca judul di atas kita mungkin bertanya, bagaimana mungkin ada orang berpuasa tetapi tidak berpahala?untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita ikuti penjelasan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini . عن أَبي هريرة – رضي الله عنه – ، قَالَ النبيُّ – صلى الله عليه وسلم – : (( مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ في أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ )) رواه البخاري “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan dia meniggalkan makan dan minum.”(HR.Al-Bukhari) قال رسول الله… ...[Baca selengkapnya]..........

Hadits Maudhu’ (palsu)

Dari segi bahasa, al-Maudhu’ adalah bentuk isim maf’ul dari kata kerja Wadho’a yang berarti menurunkan atau meletakkan dibawah. Adapun dari segi istilah ilmu musthalah hadits, para ulama mendefinisikan hadits Maudhu’ dengan : “Kebohongan yang diada-adakan, dibuat-buat, kemudian dinisbatkan kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam dengan sengaja” Hadits maudhu’ ini adalah tingkatan hadits dhaif yang terburuk dan terendah. Bahkan sebagian ulama menganggap bahwa hadits Maudhu’ bukanlah termasuk bagian dari hadits dhaif, namun dia adalah bagian tersendiri. Hukum Meriwayatkan Hadits Maudhu’ Para ulama telah berijma’ tentang tidak bolehnya bagi siapapun yang tahu kepalsuan hadits tersebut untuk meriwayatkannya secara mutlak, kecuali disertai dengan penjelasan… ...[Baca selengkapnya]..........

Silsilah Hadits-hadits Masyhur-13 (syahwat Wanita Berlipat Ganda Atas Syahwat Laki-laki?)

MUKADDIMAH Kita sering mendengar ucapan banyak orang bahwa syahwat (seksualitas) kaum wanita melebihi berlipat-lipat dari syahwat kaum laki-laki. Sepintas, ucapan itu terkesan benar, namun benarkah demikian? Adakah dasarnya? Silahkan baca selanjutnya!! TEKS HADITS إِِنَّ شَهْوَةَ الِّنسَاءِ تُضَاعِفُ عَلَى شَهْوَةِ الِّرجَالِ Sesungguhnya syahwat (seksualitas) kaum wanita berlipat ganda melebihi syahwat kaum laki-laki Imam as-Suyuthi (pengarang kitab rujukan kajian ini) mengatakan, Di dalam kitab al-Awsath dari hadits Ibn ‘Umar terdapat lafazh: فُضِّلَتِ اْلمَرْأَةُ عَلَى الرَّجُلِ بِتِسْعَةٍ وَتِسْعِيْنَ مِنَ الَّلذَّةِ وَلَكِنَّ اللهَ تَعَالَى أَلْقَى عَلَيْهِنَّ الْحَيَاءَ Wanita dilebihkan atas laki-laki sebanyak sembilan puluh sembilan kenikmatan (seksualitas) akan tetapi Allah Ta’ala melemparkan sifat malu… ...[Baca selengkapnya]..........