Ikuti Tatacara Haji dan Umrah Yang Diajarkan Rasulullah, Bukan Manut Saja Dengan Biro Haji Yang Menyelisihi Tatacara Haji Rasulullah

Ringkasan Manasik Haji & Umrah Sesuai Sunnah Berikut pembahasan manasik haji dan umrah secara ringkas dan praktis sesuai sunnah untuk memudahkan para calon Jama’ah Haji dan umroh Manasik Haji & Umroh Manasik haji yang afdhol dan utama adalah tamattu’, yaitu seorang melakukan umrah pada bulan-bulan haji (Syawwal, Dzulqo’dah, dan awal bulan Dzulhijjah) yang diakhiri tahallul. Kemudian dilanjutkan kegiatan haji pada tanggal 8 Dzulhijjah dengan memakai ihram menuju Mina.Intinya, dimulai dengan umrah, lalu dilanjutkan dengan haji. A.Tata Cara Umrah (bagi haji tamattu’) Ihram: 1. Sebelum pakai ihram, maka mandilah, pakailah minyak wangi pada badan , bukan pada pakaian.Lalu pakailah ihram bagi… ...[Baca selengkapnya]..........

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Tanya : Syaikh Shalih Fauzan berfatwa: “Tentang dibolehkannya wanita mencukur rambutnya tatkala bertahallul dari haji atau umrah.” Jawab : Beliau berkata: “Wanita cukup menggunting rambutnya sepanjang ujung jari dan tidak boleh mencukurnya. Dalam kitab Al-Mughni disebutkan bahwa wanita hanya dianjurkan menggunting rambut bukan men-cukurnya, dan tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini. Ibnu Mundzir berkata: “Seluruh ulama bersepakat bahwa wanita hanya dianjurkan menggunting rambut bukan mencukur karena mencukur rambut bagi wanita adalah perusakan berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas Radhiallaahu ‘anhu bahwa beliau berkata sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perempuan tidak boleh mencukur (rambut), tetapi hanya boleh meng-guntingnya”.… ...[Baca selengkapnya]..........

Syarat Seorang Pengganti Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Tanya : Kami ingin sekali mengetahui apa saja syarat-syarat seseorang yang boleh menjadi wakil (pengganti)? Jawab : Pengganti atau yang mewakili adalah harus orang yang telah melakukan ibadah haji untuk dirinya sendiri jika ia telah berkewajiban menunaikannya. Sebab ketika Rasulullah n mendengar seseorang mengucapkan, “Labbaika ‘an Syubrumah.” (Aku penuhi panggilanmu atas nama Syubrumah) maka beliau bersabda, “Siapa Syubrumah itu?” Lelaki itu menjawab, “Saudara saya.” Maka Nabi n bersabda, “Apakah kamu telah menunaikan ibadah haji untuk dirimu sendiri?” Ia menjawab, “Belum.” Nabi bersabada, “Berhajilah untuk dirimu sendiri, lalu hajikanlah untuk Syubrumah.”( Dikeluarkan oleh Abu Daud (no. 1811) dalam kitab Al-Hajj, Ibnu… ...[Baca selengkapnya]..........

Sunnah-sunnah Ketika Keluar Ke Mina

Sunnah-Sunnah Ketika Keluar ke Mina. Ber-ihram untuk haji pada hari Tarwi-yah dari rumah/atau tempat pengina-pannya. Melaksanakan shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, ‘Isya’ di Mina pada hari Tarwiyyah dan menginap di Mina hingga shalat Fajar (shalat Shubuh) disana dan terbitnya matahari. Melaksanakan shalat Zhuhur dan ‘Ashar di Namirah pada hari ‘Arafah dengan di jamak dan di qasharkan. ———- Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,17 Desember 2004/5 Dzulkaidah 1425H… ...[Baca selengkapnya]..........

Jamarat

Di hari-hari tasyriq, haji di Mina, malamnya mabit (bermalam) dan siangnya melempar jamarat yang tiga. Bila haji berusaha mencari tempat di Mina namun tidak mendapatkan, maka tidak mengapa bermalam di pinggir batas Mina atau di luarnya, karena Allah hanya membebani manusia sebatas kemampuannya, demikian pula bila jatah pembagian tenda dari pihak yang berwenang ternyata ada di luar Mina, tidak ada dam atau fidyah atasnya. Yang utama adalah bermalam di Mina seluruh malam, namun bermalam mayoritas malam di sana sudah cukup insya Allah. Melempar jamarat yang tiga di hari tasyriq dimulai ba’da zawal, setelah matahari condong ke barat, masuk waktu Zhuhur,… ...[Baca selengkapnya]..........

Syarat Ijza’ (tertunaikannya Kewajiban) Di Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

Tanya : Setelah kami ketahui syarat-syarat wajib-nya haji dan umrah, maka kami ingin mengetahui syarat-syarat bagi tertunaikannya kewajiban (ijza’)? Jawab : Syarat-syarat tertunaikannya ibadah haji itu ialah Islam, mencapai usia baligh dan berakal, juga merdeka menurut sebagian ulama. Namun yang benar adalah bahwa merdeka bukan syarat untuk tertunaikannya kewajiban berhaji. Oleh karena itu, kalau seorang budak (hamba sahaya) melakukan ibadah haji, maka kewajiban ibadah hajinya tertunaikan selagi mendapat izin dari tuannya, sebab gugurnya kewajiban dari seorang hamba itu bukan karena status kehambaannya, melainkan karena adanya penghalang, yaitu kesibukannya di dalam berkhidmat kepada tuannya. Oleh karena itu, apabila mendapat izin dari… ...[Baca selengkapnya]..........

Menyembelih Seekor Sapi Untuk Tujuh Orang

Tanya : Bolehkah berpatungan ( urunan/ berserikat ) dalam menyembelih hewan qurban, dan berapa jumlah orang yang berpatungan dalam satu ekor hewan qurban, apakah mereka harus dari satu keluarga, dan apakah berpatungan dalam berqurban termasuk perbuatan bid’ah ? Jawab : Sseseorang boleh berqurban untuk dirinya dan keluarganya dengan seekor kambing, dalilnya adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya. HR. Bukhari dan Muslim. dan bahwa ‘Atha bin Yasar berkata : hai Abu Ayyub ! bagaimanakah berqurban di antara kalian (para sahabat) di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ? maka dia menjawab : adalah seseorang… ...[Baca selengkapnya]..........

Penerima Daging Hewan Qurban

Tanya : Siapakah yang berhak menerima daging hewar qurban, dan apa hukumnya mereka yang memberikan daging hewan qurban kepada yang menyembelih, dan juga kebanyakan kaum muslimin di negeri kami, jika mereka menyembelih seekor kambing, maka mereka tidak langsung membagikan dagingnya pada hari itu juga, dan mereka mendiamkannya sampai hari esok, dan saya tidak mengetahui , apakan yang sedemikian itu sunnah, atau dalam melakukan yang sedemikan mendapatkan pahala ? Jawab : Yang berqurban hendaknya memakan sebagian daging qurbannya, memberikan sebagiannya kepada kaum fatwair untuk memenuhi hajat mereka pada hari itu, kepada kerabat untuk menyambung silaturrahmi, kepada tetangga untuk membatu mereka dan… ...[Baca selengkapnya]..........

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Hutang Atau Kredit

Tanya : Ada sebagian orang yang berhutang uang kepada perusahaan dan pembayarannya dikredit melalui potongan gaji, hal itu ia lakukan supaya dapat pergi haji. Bagaimana menurut Syaikh? Jawab : Menurut pengetahuan saya, hendaknya ia tidak melakukan hal itu, sebab seseorang tidak wajib menunaikan ibadah haji jika ia sedang menanggung hutang. Lalu bagaimana halnya dengan berhutang untuk menunaikan ibadah haji?! Maka saya berpandangan, jangan berhutang untuk menunaikan ibadah haji, karena ibadah haji dalam kondisi seperti itu hukumnya tidak wajib atasnya, seharusnya ia menerima rukhshah (keringanan) dari Allah Subhannahu wa Ta’ala dan kemurahan rahmat-Nya dan tidak memak-sakan diri dengan berhutang yang ia… ...[Baca selengkapnya]..........

Apa Hikmah Thawaf(disekitar Ka’bah)? Apakah Hikmah Mencium Hajar Aswad Adalah Tabarruk (memohon Barakah) Kepadanya?

Tanya : Apa hikmah thawaf(disekitar Ka’bah)? Apakah hikmah mencium Hajar Aswad adalah tabarruk (memohon barakah) kepadanya? Jawab : Hikmah thawaf telah dijelaskan Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam tatkala beliau berkata: “Thawaf di Al-Bait (Ka’bah) Shafa dan Marwah, serta melempar jumrah, dijadikan hanya untuk menegakkan dzikir kepada Allah. ” Orang yang thawaf mengitari Baitullah (Ka’bah), melakukannya karena mengangungkan Allah, sehingga dia membuat dirinya sebagai orang yang berdzikir kepada-Nya. Semua perbuatannya, entah itu mencium dan mengusap Hajar aswad maupun Rukun Yamany, maupun memberi isyarat kepada Hajar Aswad, dimaksudkan sebagai dzikirkepada Allah, karena semua itu merupakan ibadah kepada-Nya. Semua ibadah adalah dzikir kepada… ...[Baca selengkapnya]..........

Izin Suami Untuk Pergi Haji

Tanya : Lajnah Daimah ditanya: “Saya seorang wanita yang telah menikah dan telah berkeluarga selama empat puluh tahun. Saya meminta izin suami untuk pergi haji dan saya mendapat persetujuan tetapi tatkala datang musim haji atau umrah ia menolak pergi alasannya sibuk mengurusi kambing atau sapi dan ia telah haji sebanyak lima kali, sementara saya hingga saat ini belum pernah menunaikan haji, lalu saya memutuskan pergi bersama menantu laki-laki saya. Akan tetapi suami saya tidak memperbolehkan? Jawab : Apabila kondisi anda demikian, maka anda tidak mungkin menunaikan kewajiban haji atau umrah kecuali setelah mendapatkan mahram. Jika anda telah mendapatkannya, maka diperbolehkan… ...[Baca selengkapnya]..........

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Hewan Qurban

Tanya : Bolehkah mengucapkan niat misalnya jika saya ingin menyembelih hewan qurban untuk orang tua saya yang telah meninggal, lalu saya mengucapkan : Ya Allah, qurban ini untuk orang tua saya si fulan, atau saya melakukan hajat saya tanpa mengucapkan niat dan cukup. ? Jawab : Niat tempatnya di hati, dan cukup dengan apa yang diniatkan dalam hati, dan tidak mengucapkannya dan dia harus mengucapkan Bismillah dan Allahu Akbar ketika akan menyembelih, berdasarkan riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berqurban dengan dua domba, dia sembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, membaca Bismillah dan Allahu Akbar.… ...[Baca selengkapnya]..........