Shalat Sebelum Khatib Naik Mimbar, Itu Ada Contohnya, Tapi Shalat Qabliyah Jumat Itu Tidak Ada Contohnya Dari Rasulullah

Adakah Shalat Sunnah Qobliyah Jum’at? Apakah terdapat shalat sunnah rawatib qobliyah (sebelum) Jum’at ataukah tidak, hal ini diperselisihkan oleh para ulama? Kali ini kita akan mengulas sedikit akan masalah tersebut. Jika kita melihat hadits, begitu pula atsar sahabat disebutkan mengenai adanya empat raka’at shalat sunnah atau selain itu. Namun hal ini bukan menunjukkan bahwa raka’at-raka’at tadi termasuk shalat sunnah rawatib sebelum Jum’at sebagaimana halnya dalam shalat Zhuhur. Dalil-dalil tadi hanya menunjukkan adanya shalat sunnah sebelum Jum’at, namun bukan shalat sunnah rawatib, tetapi shalat sunnah mutlak. Artinya, kita melakukan shalat sunnah dengan dua raka’at salam  tanpa dibatasi, boleh dilakukan berulang kali… ...[Baca selengkapnya]..........

Takbiran Di Malam Hari, Jangan Membuat Orang Lain Terganggu, Tetangga Juga Punya Hak, Bagaimana Cara Rasulullah Takbiran?

Bolehkah Takbiran Secara Berjamaah dan Menggunakan Mikrofon? Pertanyaan: Terdapat satu fenomena, yaitu takbiran pada hari raya secara berjamaah, dengan menggunakan mikrofon. Mereka beralasan bahwa itu seperti adzan. Bagaimana hukum masalah ini? Jawaban: Melakukan takbiran dengan berjamaah adalah satu hal yang keliru. Karena praktik ini menyimpang dari kebiasaan para sahabat. Demikian pula, praktik bertakbir menggunakan mikrofon juga keliru. Yang sesuai sunnah adalah tidak bertakbir secara berjamaah, namun bertakbir sendiri-sendiri. Sebagaimana keterangan riwayat dari Anas radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Dulu para sahabat ketika bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antara mereka ada yang sedang melantunkan laa ilaaha illallah.., dan ada yang… ...[Baca selengkapnya]..........

Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis Non Mahram Di Hari Raya,.. Dosanya Tiada Terkira

Seputar Jabat Tangan Pengertian Al Hattab (ulama madzhab Malikiyah) mengatakan: “Para ulama kami (Malikiyah) mengatakan: Jabat tangan artinya meletakkan telapak tangan pada telapak tangan orang lain dan ditahan beberapa saat, selama rentang waktu yang cukup untuk menyampaikan salam.” (Hasyiyah Al Adzkar An Nawawi oleh Ali Asy Syariji, hal. 426) Ibn Hajar mengatakan: “Jabat tangan adalah melekatkan telapak tangan pada telapak tangan yang lain.” (Fathul Bari, 11/54) Hukum An Nawawi mengatakan: “Ketahuilah bahwasanya adalah satu hal yang disepakati sunnahnya (untuk dilakukan) ketika bertemu.” Ibn Batthal mengatakan: “Hukum asal jabat tangan adalah satu hal yang baik menurut umumnya ulama.” (Syarh Shahih Al… ...[Baca selengkapnya]..........

Kondisi Real Di Indonesia, Malam Takbiran Yang Ternoda, Bisa Kita Saksikan Dimana-mana, Bahkan Selepas Shalat Idul Fitri

Malam Takbiran yang Ternodai Saat melewati jalan Imogiri selepas shalat Tarawih, kami menyaksikan sepanjang jalan para pemuda bercampur pemudi melantukan takbiran. Namun ada musibah yang terjadi, lafazh takbiran tersebut malah diiringi dengan suara drum band. Takbiran saat ini memang bertambah aneh. Kalau mau dibilang amat jauh dari sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena takbiran yang mengagungkan Rabb mereka malah dicampur dengan maksiat. Takbir di Penghujung Ramadhan Allah Ta’ala berfirman, وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al… ...[Baca selengkapnya]..........

Takbiran SEMALAM SUNTUK? Ternyata Haditsnya PALSU dan Lemah, Kok Malah Dilakukan?

Hadits-Hadits tentang Menghidupkan Malam Hari Raya [Takbiran Semalam Suntuk ?] Ketika malam hari raya, sudah menjadi tradisi pada sebagian masyarakat kita untuk berkumpul di masjid guna melakukan ibadah. Bahkan pada banyak daerah, kaum muslimin melakukan pawai atau kirab dengan mengumandangkan takbir. Orang Jawa bilang : ”Takbiran”. Yang kelas perkotaan, pawainya dengan mobil plus sound system lengkap bak kirab tujuhbelasan. Yang kelas kampung, cukup jalan kaki dengan membawa obor bambu. Walaupun bermacam-macam bentuk dan model, kebanyakan mereka mempunyai kesamaan motif dalam hal alasan melakukan perbuatan tersebut, yaitu : ibadah di malam hari raya (baik ’Iedul-Fithri maupun ’Iedul-Adlhaa) mempunyai keutamaan besar menurut… ...[Baca selengkapnya]..........

Dalil-dalil Masing-masing Pendapat

Dalil-Dalil Masing-Masing Pendapat 1. Dalil Bagi Pendapat yang Mewajibkan Shalat Jum’at Secara Mutlaq Adapun di antara dalil para ulama yang mewajibkan shalat jum’at secara mutlaq adalah sebagai berikut : 1. Keumuman firman Allah Subhanahu Wata’ala : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ “ Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli” ( Al-Jumu’ah : 9) 2. Semua dalil yang menunjukkan wajibnya shalat jum’at, seperti hadits : على كل محتلم رواح الجمعة و على كل من راح الجمعة… ...[Baca selengkapnya]..........

Meneladani Nabi dalam ber’iedul Fitri

(ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.) Idul Fitri bisa memiliki banyak makna bagi tiap-tiap orang. Ada yang memaknai Idul Fitri sebagai hari yang menyenangkan karena tersedianya banyak makanan enak, baju baru, banyaknya hadiah, dan lainnya. Ada lagi yang memaknai Idul Fitri sebagai saat yang paling tepat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama handai tolan. Sebagian lagi rela melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, dan berbagai aktivitas lain yang bisa kita saksikan. Namun barangkali hanya sedikit yang mau untuk memaknai Idul Fitri sebagaimana Rasulullah n “memaknainya”. Idul Fitri memang hari istimewa. Secara syar’i pun dijelaskan bahwa Idul Fitri… ...[Baca selengkapnya]..........

BERSYUKUR DI HARI RAYA IEDUL FITRI

(ditulis oleh: Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc.)   اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا. الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي شَرَعَ لِعِبَادِهِ عِيْدًا يَذْكُرُوْنَهُ فِيْهِ، وَيَشْكُرُوْنَهُ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ يَسْتَوِي عِنْدَهُ مَا فِيْ سِرِّ الْعَبْدِ وَإِعْلاَنِهِ، وََأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ اللهُ بِالْحَقِّ وَتِبْيَانِهِ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ، أَمَّا بَعْدُ: Segala puji bagi Allah l… ...[Baca selengkapnya]..........

Hukum Berkunjung kepada Sanak Famili pada Hari Raya Idul Fitri

Oleh: Asy Syaikh Duktur Muhammad bin Hadi Al Madkhali (staf pengajar Universitas Islam Madinah) Pertanyaan: Apa hukum mengkhususkan berkunjung kepada sanak famili dan teman-teman pada hari raya? Jawab: Ini adalah amalan yang baik. Sanak famili adalah orang-orang yang wajib bagi kita untuk menyambung silaturrahmi dengan mereka. Karena mereka adalah orang-orang yang memiliki hubungan keluarga. Mereka adalah orang yang paling utama untuk dikunjungi dari pada yang lainnya. Maka dengan mengunjungi mereka, kemudian baru setelah itu orang-orang yang selain mereka. Ini merupakan perkara yang diharapkan, yaitu hendaknya seseorang memulai kunjungan dengan mengunjungi karib kerabat. Karena karib kerabat adalah orang yang paling berhak… ...[Baca selengkapnya]..........

Menyatukan Hari Raya

MENYATUKAN HARI RAYA Oleh Ustadz Armen Halim Naro Lc Perselisihan dalam menentukan hari raya, baik hari raya Idul Fithri maupun hari raya Idul Adha menjadi sebuah fenomena yang seringkali terjadi di kalangan kaum muslimin seakan-akan makna “al-Id” yang seharusnya sesuatu yang berulang dengan penuh kegembiraan dan keceriaan, berubah menjadi sebuah permasalahan yang berulang-ulang tiap tahunnya dengan perselisihan dan pertengkaran. Sebagai seorang muslim, tidak ada jalan lain kecuali beramal di atas bashirah dan ilmu yang akan menerangi jalan untuknya menuju keridhaan Allah. Maka dalam pembahasan masalah ini, penulis berusaha untuk memberikan pemahaman tentang sebab terjadinya perselisihan, dan kita yang tepat dalam… ...[Baca selengkapnya]..........

Fatwa-Fatwa Seputar Berhari Raya Dengan Pemerintah

FATWA-FATWA SEPUTAR BERHARI RAYA DENGAN PEMERINTAH Oleh Ustadz Armen Halim Naro FATWA SYAIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya : Tentang sebagian penduduk sebuah kota melihat hilal Dzul Hijjah. Tetapi tidak diakui oleh pemerintah kota. Apakah mereka berpuasa yang zhahirnya tanggal 9 (Dzul Hijjah), padahal yang sebenarnya 10 (Dzul Hijjah)? Syaikhul Islam menjawab :Benar. Mereka harus berpuasa pada (tanggal) 9 yang secara zhahir diketahui mereka, sekalipun hakikatnya pada (hari tersebut) adalah 10 (Dzul Hijjah), jika memang ru’yah mereka benar. Sesungguhnya di dalam Sunnah (disebutkan) dari Abu Hurairah, dari Nabi, Beliau bersabda. صَوْمُكُمْ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ، وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تَفطُرُوْنَ، وَأَضْحَاكُمْ… ...[Baca selengkapnya]..........

Hari Raya Dan Maknanya Dalam Islam

HARI RAYA DAN MAKNANYA DALAM ISLAM Oleh Syaikh Muhammad Ibn Ibrahim Ad-Duwais Hari raya adalah hari yang di dalamnya ditumpahkan segala rasa suka cita yang senantiasa dirayakan oleh umat-umat terdahulu hingga kita sekarang ini. Mereka mengungkapkan segala makna ‘ubudiah (peribadahan) kepada Sembahan-Sembahan mereka dengan berbagai macam acara yang menurut persangkaan mereka hal tersebut adalah perbuatan-perbuatan yang dapat mendekatkan diri mereka dan memerintahkan kepada pemeluknya untuk menegakkan kembali fitrah mereka yang lurus dan kokoh mengakar pada jiwa-jiwa mereka. Namun di antara manusia lebih memilih perbuatan-perbuatan kosong yang tidak bermanfaat, baik ucapan ataupun perbuatan dan lebih condong kepada hawa nafsu mereka yang… ...[Baca selengkapnya]..........