Perintah Ber-QURBAN

Pertanyaan: Apakah ada perintah dalam Al-Qur’an untuk menyembelih hewan Qurban pada hari idul Adhha ? Jawaban: Diriwayatkan dari Qatadah , ‘Athaa dan Ikrimah bahwa yang dimaksud dengan Shalat dan menyembelih dalam firman Allah, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “(Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.(QS. al-Kautsar:2 ) adalah shalat ied dan menyembelih hewan qurban. Akan tetapi pendapat yang benar adalah bahwa maksud dari firman Allah tersebut adalah bahwa Allah memerintahkan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menjadikan shalatnya- yang wajib dan yang sunnah- dan penyembelihannya murni hanya untuk Allah sebagaimana dalam firman-Nya, } قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {162}… ...[Baca selengkapnya]..........

Sujud Tilawah

Mau tanya tentang ayat yang ada kata sajada apa disunnahkan untuk sujud? Kalau iya, lalu bacaannya apakah tiap-tiap ayat berbeda, cara melakukannya bagaimana? Terima kasih sebelumnya. Dijawab oleh al-Ustadz Qomar Suaidi Menanggapi pertanyaan tersebut, kami sampaikan bahwa sujud tersebut dinamakan sujud tilawah, tilawah artinya bacaan atau disebut juga sujudul Qur’an. Jadi sujud tersebut adalah sujud yang disebabkan karena bacaan. Bacaan yang dimaksud adalah bacaan pada ayat-ayat yang disebut ayat sajdah. Ayat sajdah bukanlah setiap ayat yang disebutkan padanya kata sajada (سجد), akan tetapi ayat-ayat tertentu yang Nabi n atau para sahabatnya pernah melakukan sujud tilawah padanya. Ayat-ayat tersebut kemudian dikumpulkan… ...[Baca selengkapnya]..........

Menggabungkan Niat Puasa Sunah dengan Puasa Qadha Ramadhan

Menggabungkan Niat Puasa Pertanyaan: Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Saya ingin menanyakan bolehkan puasa sunnah niatnya dibarengi dengan mengqodho puasa ramadhan? Jazakumullah khairan katsiran. Wassalam. Jawaban: Wa alaikumus salam warrahmatullahi wabarakatuh, Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Ada dua pembahasan dalam masalah ini, Pertama, hukum melaksanakan puasa sunah, bagi orang yang memiliki tanggungan puasa qadha. Sebagian ulama melarang melakukan puasa sunah, hingga dia menyelesaikan qadhanya. Ini merupakan salah satu pendapat Imam Ahmad. Pendapat ini didasari kaidah bahwa amal wajib lebih penting dari pada amal sunah, sehingga qadha ramadhan yang statusnya wajib, harus didahulukan sebelum puasa sunah. Sementara mayoritas ulama… ...[Baca selengkapnya]..........

Mengangkat Tangan Setelah Shalat Fardhu

Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya: Apakah ada hadits yang menganjurkan berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat tangan tatkala berdoa setelah shalat fardhu? Jawaban: Sepengetahuan saya tidak ada dalil dari hadits Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun contoh dari para sahabat tentang berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu. Dan apa yang dikerjakan oleh sebagian orang berdoa mengangkat tangan setelah shalat fardhu adalah perbuatan bid’ah berdasarkan sabda Nabi: Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal perbuatan yang bukan dari ajaranku, maka tertolak.” [Hadits Riwayat Al-Bukhari] Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa… ...[Baca selengkapnya]..........

Tidak Ada Waktu untuk Shalat Jumat?

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya meninggalkan shalat Jumat berkali-kali karena alasan tidak ada waktu.Jawaban: Ketahuilah bahwa hukum seorang muslim meninggalkan shalat Jumat tiga kali atau lebih berturut-turut, statusnya seperti seseorang yang meninggalkan shalat lima waktu. Shalat wajib lima waktu termasuk shalat Jumat merupakan rukun Islam paling agung setelah syahadah, tiang agama, cahaya keyakinan, peristirahatan ahli ibadah, wahana komunikasi antara hamba dengan rabnya dan tempat mencari ketentraman hati bagi kaum mukimin. Shalat wajib lima waktu terutama shalat jumat harus dikerjakan tepat pada waktunya sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya), “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang… ...[Baca selengkapnya]..........

Hukum Memakai Obat Kumur Ketika Puasa

Memakai Obat Kumur Ketika Puasa Apa hukum memakai obat kumur yang kuat rasanya ketika ramadhan di waktu subuh?. Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, Kita bisa mendekati masalah ini dengan aktivitas gosok gigi ketika puasa. Mungkin yang beda hanya dari sisi kekuatan rasa. Namun sisi kesamaannya adalah memasukkan barang dari luar dalam rangka membersihkan mulut selama waktu tertentu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa gosok gigi ketika puasa. Terdapat riwayat secara muallaq – tanpa sanad – yang dibawakan Bukhari dalam shahihnya. وَيُذْكَرُ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَسْتَاكُ… ...[Baca selengkapnya]..........

Bolehkah Qurban dengan Harta Zakat?

Kurban dengan Harta Zakat Tanya: Jika ada orang yg zakatnya 20 juta, bolehkah yg 10 juta diwujudkan dlm bentuk sapi utk dijadikan hewan qurban. Syukran Dari: Roy Sleman Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Satu prinsip tentang harta zakat yang penting untuk selalu kita ingat, bahwa harta zakat yang harus dibayarkan oleh muzakki (wajib zakat) BUKAN harta muzakki. Harta zakat di tangan muzakki adalah harta milik 8 golongan penerima zakat, yang untuk sementara masih berada di tangan muzakki. Kewajiban muzakki adalah menyerahkan harta itu kepada delapan golongan tersebut. Allah berfirman, إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا… ...[Baca selengkapnya]..........

Jika Puasa Daud, Jangan Mikir Puasa Sunah Lain

Jika Puasa Daud, Jangan Mikir Puasa Sunah Lain ustad…,misalkan saya menjalankan ibadah puasa sunnah nabi daud sehari puasa sehari tidak,trus apabila hari ini saya puasa n besoknya saya puasa lagi disebabkan  karena puasa arafah…,itu boleh nggak ustad Dari Abdul Ghafur Jawab: Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah,  Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du, Puasa Daud merupakan puasa sunah terbaik. Terdapat banyak hadis yang menyebutkan hal itu. Diantaranya hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا “Puasa yang paling dicintai Allah… ...[Baca selengkapnya]..........

Tuntunan Pembagian Warisan 02

Pertanyaan: Assalaamu ‘alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada ucapan dan amalan yang dicintai dan diridhai-Nya. Amin. Sahabat saya meminta jawaban atas pembagian waris berikut: Ibu telah wafat. Beliau meninggalkan harta waris sebesar kurang lebih 100 juta rupiah. Ahli waris terdiri dari suami, 5 anak putra, dan 1 anak putri. Berapa bagian masing-masing? Mohon disertakan pula tata cara perhitungannya. Barakallahu fikum. Dedy Junaedy (elju**@***.com)Jawaban: Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Bismillah. Ahli waris dan jatah masing-masing: 1. Suami mendapat 1/4 bagian dari warisan (1/4 x 100 juta) = 25 juta. 2. Sisanya (75 juta) diserahkan semuanya ke anak. 3. Tidak ada… ...[Baca selengkapnya]..........

Hukum Tarawih di Masjid dan Witir di Rumah

Tarawih di Masjid dan Witir di Rumah Pertanyaan: Assalamu’alaikum. Ustadz, saya mau tanya tentang sholat sunah tarawih yang dilakukan setiap bulan Ramadhan dan diakhiri dengan sholat sunah witir, saya pernah mendengar bahwa sholat witir adalah sholat penutup yang dilakukan di malam hari. Apakah kita boleh melaksanakan sholat witir di rumah sedang tarawih dilaksanakan di masjid (berjamaah)? Mengingat kita ingin sholat tahajud, dan witir dilaksanakan setelah sholat tahajud. (Sebagai penutup), terima kasih atas penjelasan yang Ustadz berikan, besar harapan saya menunggu jawaban dari Ustadz. Terima kasih. Dari: Dedek Jawaban: Wa’alaikumussalam Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Boleh saja… ...[Baca selengkapnya]..........

Apakah Hukum Membaca Basmalah dalam Sholat dengan Jahr (dikeraskan)?

Pertanyaan: Apakah hukum membaca basmalah dalam shalat yang jahr (dikeraskan)? Jawaban: Apabila membaca “basmalah” dengan suara keras dalam shalat yang bersuara keras dilakukan sesekali, maka itu tidak mengapa, dan tidak semestinya dilakukan terusmenerus; karena yang diriwayatkan dari Sunnah Rasulullah dan para khulafâ` ar-rasyidîn, ialah, mereka tidak membaca “Bismillahir-Rahmanir-Rahîm” dengan suara keras. Mereka membaca al-Fâtihah dengan suara keras dalam shalat yang jahr, begitu juga dengan surat setelah al- Fâtihah. Sedangkan tentang “Bismillahir-Rahmanir-Rahîm”, tidak ada riwayat yang menjelaskan bahwa mereka membacanya dengan keras terus-menerus. Oleh karena itu, tidak sewajarnya kita membacanya dengan keras terus-menerus, namun jika dibaca dengan keras sesekali, maka itu… ...[Baca selengkapnya]..........