MATI KETIKA IKUT DEMO, apakah itu adalah mati syahid?

Pertanyaan: Apakah mati dalam demonstrasi merupakan tanda husnul khatimah atau su’ul khatimah? Karena sebagian orang berkata bahwa orang yang mati dalam demonstrasi adalah mati syahid? Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam menjawab: Fitnah (musibah) itu, sebagaimana dikatakan oleh Hasan Al Bashri, الفتنة إذا أقبلت ادركها العلماء و اذا ادبرت ادركها عامة الناس “Fitnah itu sebelum terjadi, para ulama mengetahuinya. Setelah terjadi, orang-orang awam baru mengetahuinya“. Atsar ini shahih. Ketika fitnah itu terjadi, banyak pertimbangan yang tidak dihiraukan. Pertimbangan syar’i dan pertimbahan akal sehat. Sehingga menghasilkan kekacauan, tindakan yang serampangan, kebingungan, kegoncangan, hal-hal jelek nampak baik,  laa haula walaa quwwata illa… ...[Baca selengkapnya]..........

Tindakan Tegas SAUDI Arabia tentang film Pelecehan Terhadap Rasulullah

Arab Saudi Ancam Blokir Youtube Karena Film Innocence of Muslims  Raja Arab Saudi memerintahkan otoritas di kerajaan tersebut yang terkait dengan urusan telekomunikasi, untuk memblokir website-website yang memuat film keji yang menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Islam. “Atas perintah Raja Abdullah, seluruh provider jaringan internet di kerajaan diperintahkan untuk memblokir film yang menghina Nabi dan Islam agar tidak bisa diakses di Arab Saudi.” Kata Komisi Telekomuniasi dan Teknologi Informasi (TITC) di negara tersebut. “Kami telah berbicara dengan Google agar memblokir seluruh link-link di Youtube yang memuat film tersebut. Jika Google tidak melakukan pemblokiran tersebut, maka kami akan… ...[Baca selengkapnya]..........

Himbauan MUI dalam menyikapi film yang menghina rasululullah yang disampaikan oleh Humas Polda Metro Jaya

MAJELIS ULAMA INDONESIA: Jangan Terprovokasi Film Innocence of Muslims Majelis Ulama Indonesia (MUI) menentang adanya film The Innocence of Muslims. Film tersebut dianggap menghina agama Islam, Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat. MUI sudah mengeluarkan Fatwa MUI No 12 tanggal 2 Juni 1988 yang berbunyi ‘Para Nabi/Rasul dan Keluarganya haram divisualisasikan dalam film’. Kendati demikian, MUI mengimbau agar umat Islam menanggapi film ini dengan tidak emosional. “Meski direndahkan dan dilecehkan, jangan terpancing oleh provokasi pihak lain serta tetap menjaga ketertiban umum. Begitu kita terpancing, pihak lain bertepuk tangan. Dengan demikian, tujuan mereka membuat ribut dan memecah belah telah tercapai,” kata… ...[Baca selengkapnya]..........

Komentar Para MUALAF di Eropa Tentang Film Pelecehan terhadap Rasulullah

Komentar Para Mualaf Eropa Terhadap Film Innocence of Muslims  Seberapa Besar Pengaruh Film Innocence of Muslims Terhadap Dakwah Islam? Banyak yang mengira dengan membuat film yang melecehkan Nabi Muhammad atau Islam, mereka bisa menjauhkan orang dari Islam. Padahal metodologi ini justru adalah bumerang bagi mereka. Saya pernah bertanya kepada Abu Tawfeeq, salah seorang muallaf asal Perancis yang tinggal di Hadramaut, Yaman, apakah film-film yang melecehkan Islam seperti Fitna, atau yang baru-baru ini dirilis di Youtube -film murahan- yang berjudul ‘Innocence of Muslims’ memberi pengaruh negatif yang berarti bagi Islam? Dia menjawab, “Saya kira tidak. Manusia yang cerdas, apalagi kebanyakan masyarakat… ...[Baca selengkapnya]..........

Menangis Karena Takut Kepada Allah

Berkata Ka’ab al-Ahbar bin Mati’ : “Demi Allah, saya menangis karena takut kepada Allah hingga menetes air mataku dipipiku, lebih aku sukai daripada bershadaqah dengan emas seberat badanku. Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak mungkin disentuh api neraka, seorang hamba yang menangis karena takut kepada Allah hingga menetes air matanya ke tanah, sampai air hujan yang turun ke bumi kembali lagi ke langit. Dan air hujan yang telah turun ke bumi, tidak akan pernah kembali lagi ke langit selama-lamanya.” ———- Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,10 Agustus 2007/26 Rajab 1428H… ...[Baca selengkapnya]..........

Kerajaan Senilai Tegukan Air

Disebutkan di dalam kitab “Syadzrat ad-Dzahab fi Akhbar man Dzahab” karya Ibnu ‘Imad al-Hanbali juz 1/336 dalam tarjamah (biografi) Khalifah Harun al-Rasyid rahimahullah, beliau menuliskan, “Ibnu Samak datang kepada ar-Rasyid, maka ar-Rasyid menyediakan untuk beliau air minum, lalu Ibnu Samak berkata, “Demi Allah wahai Amirul Mukminin, seandainya engkau terhalang tidak dapat meminum air maka berapa anda akan menebusnya? Ar-Rasyid menjawab, “Dengan kerajaanku.” Ibnu Samak lalu bertanya lagi, Andaikan anda tidak dapat mengeluarkannya (membuangnya) dengan apa anda menebusanya? Dia menjawab, “Dengan kerajaanku.” Maka berkata Ibnu Samak, “Sesungguhnya kekuasaan hanyalah senilai tegukan air, maka selayaknya dia tidak diperebutkan.”… ...[Baca selengkapnya]..........

Kedua : Beriman Kepada Para Malaikat

KEDUA: BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT Beriman kepada para malaikat merupakan rukun (pilar) iman kedua. Para malaikat (termasuk) alam ghaib, mereka adalah makhluk yang selalu beribadah kepada Allah subhanahu wata’aala dan mereka tidak mempunyai sedikitpun sifat-sifat ketuhanan (baik rububiyah maupun uluhiyah), maka dari itu mereka tidak boleh dijadikan sebagai sembahan selain Allah. Mereka telah dianugerahi sifat kepatuhan yang sempurna kepada perintah-perintah-Nya dan kemampuan untuk melaksanakannya. Jumlah mereka sangat banyak dan tidak mengetahuinya selain Allah. Beriman kepada para malaikat mencakup hal-hal berikut: Beriman dan mempercayai wujud (keberadaan) mereka. Beriman dan mempercayai para malaikat yang telah diajarkan namanya kepada kita, seperti Jibril. Sedangkan… ...[Baca selengkapnya]..........

Iman Kepada Malaikat

Kita beriman kepada malaikat Allah Subhaanahu Wata’ala, mereka adalah hamba-hamba-Nya yang dimuliakan. Diciptakan oleh Allah dari cahaya dan senantiasa taat kepada-Nya, tidak pernah mendahului-Nya dengan suatu ucapan, tidak pernah melanggar perintah atau larangan-Nya. Mereka tidak pernah bermaksiat kepada Allah dan selalu melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka. Firman Allah Subhaanahu Wata’ala, آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ “Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.” (Al-Baqarah: 285). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَ… ...[Baca selengkapnya]..........

Cinta Dunia

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya. (Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad) ———- Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Jumat,10 Pebruari 2006/11 Muharram 1427H… ...[Baca selengkapnya]..........

Ketiga: Penghadapan (al-‘ardh) Dan Penghitung Amal (al-hisab)

Selanjutnya adalah dihadapkannya makhluk kepada Allah Subhaanahu Wata’ala, yaitu ada dua macam: Penghadapan umum, yakni dihadapkannya seluruh makhluk di hadapan Rabb mereka dengan lembaran-lembaran catatan amal mereka sehingga tidak ada satu pun yang luput dari-Nya. Penghadapan khusus, yakni penghadapan dosa-dosa maksiat orang-orang mukmin terhadap mereka dan pengakuan mereka akan hal tersebut, penutupan kemaksiatan mereka dan pengampunan untuk mereka. Adapun hisab adalah munaqasyah, barangsiapa yang dipersulit hisabnya maka akan disiksa. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). “ (Al-Haqah: 18). Dalam ayat… ...[Baca selengkapnya]..........

Hari Ini Amal, Besok Hisab

’Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketahuilah! Sesungguhnya dunia telah bersiap-siap untuk meninggalkan kita dan sebaliknya akhirat telah bersiap untuk menjemput kita. Masing-masing dari keduanya (dunia dan akhirat) memiliki anak-anak. Jadilah kalian semua anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia, karena sesungguhnya hari ini (dunia) adalah waktu untuk beramal tanpa ada hisab (perhitungan amal), sedangkan esok hari (akhirat) adalah saatnya hisab tanpa ada amalan.”… ...[Baca selengkapnya]..........