Wahai Para Orangtua,. Akan Seperti Inikah Nasib Anakmu? Akibat Pergaulan Bebas, Pacaran Sudah Biasa

ABG SMU ini Terpaksa Melahirkan Dijalanan. Dari Hasil Konseling Saya terhadap Remaja SMU Baik Pria dan Wanita Hampir 80 % Siswi Tidak Perawan Lagi, 90 % Pernah Petting (Tidak Berhubungan Intim Tetapi Bersentuhan Hingga mencapai Kepuasan), Dari 80 % itu Setengahnya Hamil dan 2/3 dari yang Hamil menggugurkan kandungannya. Suatu Ketika Saya di Undang SMK 1 Sukabumi Jurusan Perhotelan dan Pariwisata, Ibu Gurunya meminta Saya memberikan ceramah terkait Siswa yang akan dikirim PKL ke Instansi Pemerintah, Pemda, Hotel dan Perusahaan Pariwiasata karena dalam perjalanann Praktek Kerja Lapangan Setiap Tahun selalu ada siswi yang PKL nya selesai kembali ke Sekolah dalam… ...[Baca selengkapnya]..........

Kisah Wanita Bercadar Pergi Ke Pasar, Dan Dikatain Seperti Setan, Si Wanita Menjawab Dan Membuat Bengong Orang Yang Mengatainnya

Jika Cadar Dianggap Setan,.. Di sebuah pasar seorang wanita berjilbab besar lengkap dengan cadarnya lewat di depan wanita penjual sayur, tiba-tiba penjual sayur itu nyeletuk, “Awas, ada setan lewat!”. Merasa tidak enak dengan perkataan ibu tersebut Sang wanita bercadar itu kemudian mendekatinya kemudian bertanya, “Apa yang ibu katakan… setan itu adalah saya?“ Dengan tergagap si penjual sayur tersebut terpaksa menjawab, “Ya.” Wanita bercadar berkata, “Benar, saya adalah setan sehingga saya menutup wajah saya. Jika saya menampakkan wajah saya maka suami ibu akan takluk di hadapan saya.” Kemudian wanita bercadar itu membuka penutup wajahnya di hadapan wanita penjual sayur, maka terlihatlah… ...[Baca selengkapnya]..........

Hasad Muslimah

Kehidupan dunia adalah kesenangan. Jabatan dan kedudukan memberikan kesenangan tersendiri, sudah menjadi tabiat manusia mengidam-idamkan sesuatu yang bisa memberinya kesenangan, maka manusia cenderung kepada dunia merupakan sesuatu yang lumrah, bagaimana tidak, sementara itulah pemicu kesenangannya. Dan manakala hal itu terjadi pada banyak orang maka terbentuklah pandangan umum bahwa dunialah yang harus dielu-elukan, selanjutnya lahir perlombaan dan persaingan dalam perkara dunia yang dilanjutkan dengan lahirnya hasad dari orang yang merasa harus mendapatkan tetapi ternyata tidak mendapatkan, malah ia digondol oleh orang lain. Bagi keluarga hasad bisa jadi pemicu masalah. Istri dengan hasad di dalam hatinya, misalnya dia melihat rekan atau tetangganya… ...[Baca selengkapnya]..........

Untuk Para Gadis (3)

Sekalipun perjalanan hidupmu menuju ke jenjang pernikahan, meskipun langkah kakimu terayun ke tangga perkawinan, tidak berarti kamu menempuhnya dengan membabi buta dan menitinya secara serampangan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah agama dan tanpa menghiraukan rambu-rambu syariat. Sebagai gadis muslimah yang shalihah, Anda tetap kudu berjalan di atas rel agama yang Anda yakini, rel yang mengatur hubungan laki-laki dengan wanita, gadis dengan jejaka yang belum terikat tali pernikahan. Jangan terbawa dan tergiur oleh kelakuan kebanyakan gadis yang gatal, dengan dalih mewujudkan kecocokan dan saling pengertian, dia menjalin hubungan pranikah dengan seorang laki-laki yang lazim disebut dengan berpacaran, dan karena yang dicari adalah kecocokan… ...[Baca selengkapnya]..........

Yang Benar Dan Yang Salah

Yang Benar dan yang Salah Benar : Anda kembali kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan berdoa kepada-Nya, memohon agar Dia senantiasa menolong Anda dalam mendidik anak-anak. Salah : Mendoakan keburukan atas diri sendiri dan anak-anak Anda, karena bisa jadi doa itu akan terkabulkan. Benar : Anda menyadari bahwa mendidik anak-anak hukumnya wajib, sehingga Anda bersedia mem-pergauli mereka dan menyediakan waktu khusus untuk mendidik mereka. Salah : Tidak membantu isteri dalam mendidik anak. Anda menyerahkan pendidikan anak kepada ibunya saja, dan menyangka Anda telah menjalankan kewajiban dan menunaikan amanat. Benar : Anda menanyakan kepada diri Anda setiap hari, kebaikan apa yang… ...[Baca selengkapnya]..........

Untuk Para Gadis

Anda sebagai seorang gadis dalam ruang lingkup keluarga, dalam bingkai rumah tangga dan dalam banguan istana pernikahan menempati posisi strtegis, memegang peran sentral dan menggengam jabatan penting, sekalipun bukan yang paling, hal itu karena Anda sebagai seorang gadis adalah calon ratu dalam bangunan rumah baru atau calon permaisuri dalam istana baru. Benar, Anda adalah istri masa datang yang menjadi separuh nyawa bagi ikatan sebuah perkawinan, yang menjadi setengah jiwa bagi talian pernikahan. Dan Anda adalah ibu masa depan dalam sebuah bangunan keluarga, pemegang kendali bagi segala urusan anak-anaknya. Melihat dan mempertimbangkan posisimu yang strategis dan peranmu yang utama, maka mempersiapkan… ...[Baca selengkapnya]..........

Karakteristik Wanita Idaman

Memiliki agama. Berperangai baik. Cantik. Maharnya murah. Gadis perawan. Memiliki banyak keturunan (berpotensi punya banyak anak). Memiliki garis keturunan yang shalih. Pernikahan merupakan kekuatan (power) umat, membentuk generasi-generasi pemuda baru (kader umat) dan dapat menggentarkan musuh-musuh Islam. Pernikahan adalah sarana untuk meningkatkan kwantitas umat dan memakmurkan bumi Allah Subhaanahu wa ta’ala. Oleh karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menganjurkan untuk menikahi wanita-wanita yang memiliki banyak keturunan (al-walud), sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّيْ مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. “Nikahilah wanita yang penyayang lagi memiliki banyak keturunan, maka sesungguhnya aku akan berbangga-bangga dengan banyaknya kalian di depan… ...[Baca selengkapnya]..........

Memprotek Keluarga

Islam memberi perhatian terhadap perkara perlindungan kepada keluarga dari unsur-unsur destruktif, faktor-faktor perusak dan elemen-elemen penghancur. Islam menegakkan tembok kokoh yang menjaga keluarga dari kehancuran dan membangun benteng tangguh yang melindungi keluarga dari kerusakan. Pada dasarnya melindungi keluarga termasuk kewajiban pemimpinnya, wajib atasnya menjaga keluarga dari keburukan, menjaganya dari kebinasaan dan kejahatan. “Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.” (Muttafaq alaihi). Seorang suami sebagai pemimpin dan penanggung jawab harus berdiri tegak memikul tanggung jawab dan tugasnya, menajamkan pandangannya,… ...[Baca selengkapnya]..........

Kata-kata Bijak Perekat Suami Istri

1- Firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.” (Al-Baqarah: 216). Benar, boleh jadi Anda wahai suami atau istri membenci sesuatu pada pasanganmu, kata-kata, sikap, kebiasaan dan lain-lain, akan tetapi siapa sangka justru apa yang kamu benci itu ternyata mengandung kebaikan bagi Anda berdua, sebaliknya juga demikian. 2- Rasulullah saw bersabda, لاَيَفْرِكُ المُؤْمِنُ المُؤْمِنَةَ إِنْ سَخِطَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا لآخَر “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika dia tidak menyukai satu perangainya maka dia akan menerima perangainya yang lain.” Benar, tidak ada manusia… ...[Baca selengkapnya]..........

Menjaga Kebahagiaan Rumah Tangga (2)

B. HAK DAN KEWAJIBAN ISTRI Hak istri adalah: Mendapatkan perlakuan yang lembut dan kasih sayang dari suaminya. Menerima nafkah lahir dan bathin yang baik. Dihargai dan mendapat bimbingan dengan ilmu dan akhlak yang mulia. Mendapatkan rumah yang aman. Dibantu dan ditolong jika mendapat kesulitan. Dilindungi dari orang-orang yang bisa menyakitinya, baik perasaan maupun pikirannya. Rasulullah Shollalallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada para suami, خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya.” (HR.Ibnu Majah, At-Tirmidzi) Kewajiban istri di rumah tangga yakni: Mena’ati suami selama hal itu bukan perbuatan maksiat. Senantiasa menetap di rumah dan jika ke luar… ...[Baca selengkapnya]..........

Adab Berbicara

Fikirlah dahulu sebelum berbicara. Bicaralah selalu di dalam hal kebaikan. Allah Subhanahu Wa Ta،¦ala berfirman yang artinya, ،§Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.،¨ (An-Nisa: 114) Bicaralah dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah, ungkapan-nya jelas, dapat dipahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan. Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna. Rasulullah shollallahu ،¥alaihi wa sallam menyatakan ،§Termasuk baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.،¨ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Maka… ...[Baca selengkapnya]..........

Fatwa-fatwa Seputar Pernikahan

Fatwa: Hukum menikah dengan pria yang meninggalkan shalat. Tanya : “Salah seorang dari kerabatku datang untuk melamar putriku. Dan ia lebih mampu/kaya dariku. Sayangnya ia pecandu minuman keras, bergaul dengan orang-orang yang tidak baik, jarang shalat atau boleh jadi ia tidak shalat. Ia juga hobi menonton TV, Video, dan bermain musik. Aku jadi khawatir dan keberatan kalau ia menikah dengan putriku. Mohon dijelaskan tentang hukum Islam dalam perkara ini?” Jawab : “Jika benar kondisi orang yang melamar putrimu seperti yang telah disebutkan, maka kamu tidak boleh menikahkan putrimu dengannya. karena putrimu adalah amanah bagimu. Dan yang wajib bagimu adalah memilihkan… ...[Baca selengkapnya]..........