Berbagi Kepada Ibu

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits)   Dalam sebuah hadits, Rasulullah n bersabda, menceritakan beberapa peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Salah satunya tentang seorang ahli ibadah bernama Juraij. كَانَ رَجُلٌ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ يُقَالُ لَهُ جُرَيْجٌ يُصَلِّي فَجَاءَتْهُ أُمُّهُ فَدَعَتْهُ فَأَبَى أَنْ يُجِيبَهَا فَقَالَ: أُجِيبُهَا أَوْ أُصَلِّي؟ ثُمَّ أَتَتْهُ فَقَالَتْ: اللَّهُمَّ لاَ تُمِتْهُ حَتَّى تُرِيَهُ وُجُوهَ الْمُومِسَاتِ. وَكَانَ جُرَيْجٌ فِي صَوْمَعَتِهِ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ: لَأَفْتِنَنَّ جُرَيْجًا. فَتَعَرَّضَتْ لَهُ فَكَلَّمَتْهُ فَأَبَى، فَأَتَتْ رَاعِيًا فَأَمْكَنَتْهُ مِنْ نَفْسِهَا فَوَلَدَتْ غُلاَمًا فَقَالَتْ: هُوَ مِنْ جُرَيْجٍ. فَأَتَوْهُ وَكَسَرُوا صَوْمَعَتَهُ فَأَنْزَلُوهُ وَسَبُّوهُ، فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى ثُمَّ أَتَى الْغُلاَمَ فَقَالَ: مَنْ أَبُوكَ يَا غُلاَمُ؟ قَالَ: الرَّاعِي. قَالُوا: نَبْنِي… ...[Baca selengkapnya]..........

Mengajari Orang Tua Shalat

Nenek dari ayahku tidak pernah luput mengerjakan shalat lima waktu, hanya saja yang disayangkan shalatnya salah dari awal sampai akhir. Di mana ia terkadang tidak ruku’, terkadang tidak membaca tahiyyat, sebagai gantinya ia membaca Al-Fatihah saat duduk tasyahhud. Bahkan ia melakukan salam di setiap satu rakaat. Tentunya kami tidak senang dengan apa yang dilakukannya. Ketika saudaraku yang tertua berusaha menjelaskan bahwa shalatnya salah, ia malah mencerca dan mencela kami lalu menangis. Sekalipun misalnya kami bisa mengajarinya shalat yang benar, ia tidak mampu melakukannya karena sudah terbiasa dengan shalatnya yang salah. Bila demikian berdosakah nenek kami tersebut? Apa yang wajib kami… ...[Baca selengkapnya]..........

Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَقُوْمُوْا بِمَا أَوْجَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ مِنْ حَقِّهِ وَحُقُوْقِ عِبَادِهِ Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Segala puji hanyalah untuk Allah l yang memiliki kesempurnaan pada seluruh nama dan sifat-Nya. Kita memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya serta memohon ampunan-Nya. Kita berlindung kepada-Nya atas kesalahan diri-diri kita… ...[Baca selengkapnya]..........

Kabar Gembira bagi Orang Tua

Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan Ar-Rahmah adalah salah satu sifat Allah ‘azza wa jalla yang mulia, sempurna, dan terkandung dua nama dari nama-nama-Nya yang husna, yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim. Sifat rahmah-Nya sangat luas, meliputi seluruh makhluk-Nya yang ada di langit dan di bumi. Allah ‘azza wa jalla mengabarkan kepada para hamba-Nya, “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (al-A’raf: 156) Para malaikat yang bertugas memikul Arsy-Nya dan yang ada di sekitarnya senantiasa pun memohon kepada-Nya agar senantiasa meluaskan rahmat-Nya. (Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang… ...[Baca selengkapnya]..........

Bagimu Ayah dan Ibu …

Sebuah kebahagiaan yang mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata-kata manakala orang tua mendapati di hari tuanya perlakuan yang demikian istimewa dari anak-anaknya. Ketika ia mulai lemah dan mungkin sakit-sakitan, anak-anaknya dengan sabar dan penuh perhatian memberikan perawatan kepadanya. Ini semua tentu tidak didapat begitu saja, namun melalui pendidikan dan perjuangan yang panjang dari orang tua tersebut agar anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang saleh dan berbakti pada orang tuanya.   Sesosok anak tidak akan dapat terlepas dari ayah dan ibunya. Bagaimanapun keadaannya, ia adalah bagian dari diri keduanya. Dia adalah darah daging keduanya. Rahim ibu adalah tempat buaiannya yang pertama di dunia… ...[Baca selengkapnya]..........

Menyambung dan Memperbaiki Hubungan Anak dan Orang Tua (bagian 2)

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah) Wasiat kedua: Rebutlah kesempatan, karena berbakti kepada kedua orang tua memiliki keutamaan yang besar. Abdullah bin Mas’ud z berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah n: ‘Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau menjawab: ‘Shalat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Beliau berkata: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Lalu apa?’ Beliau menjawab: ‘Berjihad di jalan Allah’.” Abdullah bin Mas’ud berkata: “Beliau memberitahukan hal itu kepadaku. Dan jika aku minta tambah niscaya beliau akan menambahkan untukku.”1 Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan: “Di dalam hadits ini terdapat faidah tentang keutamaan yang besar… ...[Baca selengkapnya]..........

Baktiku Kepada Kedua Orang Tua

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyyah An-Nawawi) Bagi seorang anak, orang tua bisa menjadi ladang untuk menggali pahala akhirat sebanyak-banyaknya. Yaitu dengan cara berbakti, menghormati, mengasihi, dan juga merawatnya ketika orang tua mencapai usia lanjut. Namun sayang, tidak banyak yang mengetahui betapa besar nilai kebaktian seorang anak kepada orang tua. Dalam edisi yang lalu telah digam-barkan bagaimana besar hak kedua orang tua atas diri anak dikarenakan besarnya pengorbanan mereka terhadap anak-anaknya. Sehingga karena besarnya hak tersebut, Allah I meletakkan hak keduanya setelah hak-Nya dan hak Rasulullah n. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah I di dalam firman-Nya: “Sembahlah… ...[Baca selengkapnya]..........

Muamalah dengan Orangtua

IBU MARAH KETIKA DINASIHATI Ayahku sudah meninggal dua tahun lalu. Kebiasaan penduduk negeriku, mereka mengeluarkan para perempuan dan lelaki ke pekuburan, membuat kue, dan mengundang para penghafal al-Qur’an untuk membaca bagi ruh si mayit. Aku sama sekali tidak mengikuti acara tersebut. Aku katakan kepada ibuku bahwa hal ini haram. Aku juga berusaha menunjuki dan membimbingnya kepada kebenaran dan hal yang lebih utama. Akan tetapi, ibuku tidak senang terhadap tindakanku. Pada malam perayaan (masuk) bulan Ramadhan dia mengatakan kepadaku, “Mari kita pergi ke pekuburan.” Aku jawab, “Perbuatan ini haram.” Dia pun beranjak dari sisiku dengan marah. Ia juga mendoakan kejelekan untukku… ...[Baca selengkapnya]..........

Kado Untuk Ayah Bunda

Banyak orang tua yang merasa telah cukup memberikan perhatian kepada anak dengan menuruti segala keinginan mereka. Namun soal pendidikan agama terutama akhlakul karimah, para orang tua cenderung menomorduakannya. Walhasil, anak bukan menjadi anugerah, namun justru menjadi fitnah. Sang buah hati tumbuh dalam pelukan ayah bundanya, dalam kehangatan pangkuan yang penuh kasih sayang. Begitu pun ayah bunda, segala yang terbaik ingin diberikan sebagai tanda cinta bagi sang permata. Pun tak dibiarkan walau sekejap, rasa sakit singgah pada dirinya. Si buah hati bagai tak ternilai harganya. Anak sebagai anugerah yang menyejukkan pandangan adalah nikmat dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga hamba-hamba… ...[Baca selengkapnya]..........

Ayah Bunda Terimalah Baktiku

Di masa sekarang, anak yang benar-benar mau berbakti kepada orang tua jumlahnya sungguh sedikit. Yang sering dijumpai adalah sebaliknya, anak yang tidak tahu berterima kasih kepada orang yang telah membesarkannya. Ketika orang tua berusia lanjut dan sakit-sakitan, sang anak bukannya memberikan perawatan tapi malah memasukkan mereka ke panti jompo. Inilah realita yang banyak terjadi di sekitar kita. Anak merupakan idaman setiap orang. Ia tidak hanya didamba oleh orang yang sudah berkeluarga, namun tak jarang juga oleh mereka yang masih melajang. Kehadiran anak merupakan penyemarak kehidupan sebuah keluarga. Tanpa mereka, harihari sebuah keluarga laksana sayur tanpa garam. Terasa hambar dan tidak… ...[Baca selengkapnya]..........

Kedudukan Seorang Ibu

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyah)   Dalam Tanzil-Nya yang mulia, Allah k berfirman: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu dan hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Luqman: 14) Di tempat lain, Dia Yang Maha Suci berfirman: “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan….” (Al-Ahqaf: 15) Dua ayat yang mulia di atas berisi perintah berbakti kepada orangtua… ...[Baca selengkapnya]..........

32 Cara Berbakti kepada Orangtua

Oleh: Asy Syaikh Muhammad Jamil Zainu 1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia. 2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik. 3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis. 4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka. 5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke… ...[Baca selengkapnya]..........