Udhiyah 2

Setelah para ulama sepakat disyariatkan udhiyah, mereka berbeda pendapat tentang hukumnya, apakah ia wajib atau sunnah? Pendapat pertama: Udhiyah wajib. Ini adalah madzhab Abu Hanifah, al-Auza’i, al-Laits bin Saad, salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Pendapat kedua: Udhiyah sunnah Ini adalah pendapat jumhur, asy-Syafi’i, Malik dan Ahmad dalam riwayatnya yang lain. Dalil pendapat pertama: 1- Allah Ta’ala berfirman, ”Maka shalatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah.” (Al-Kautsar: 2). Allah memerintahkan menyembelih dan pada dasarnya perintah menuntukkan kewajiban. 2- Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, مَنْ كاَنَ لَهُ سَعَةٌ فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاناَ ”Barangsiapa memiliki kelapangan lalu dia tidak… ...[Baca selengkapnya]..........

Pembagian Daging Qurban

Pembagian Daging Qurban Disunnahkan bagi orang yang berqurban memakan dagingnya, menghadiahkannya kepada kerabat-kerabatnya serta menyedekahkannya kepada kaum faqir. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Makan, beri makan dan simpanlah.” Para ulama menyatakan bahwa yang afdlal (utama), seorang yang berqurban memakan sepertiganya, lalu menyedekahkan sepertiganya lagi serta menyimpan sepertiga sisanya. Dalam hal ini, boleh pula membawanya ke tempat lain, termasuk mengekspornya ke negera lain, tidak boleh menjualnya, demikian pula dengan kulitnya. (Tidak boleh memberi sesuatupun dari dagingnya kepada si tukang jagalnya sebagai upah dan dia hanya diberi biaya pemotongannya saja). [Tetapi boleh memberikan buntut/ekor, kulit, perut, kaki, usus dan perut besar… ...[Baca selengkapnya]..........

Udhiyah

Udhiyah adalah hewan ternak yang disembelih di hari-hari penyembelihan demi mendekatkan diri kepada Allah. Menyembelih demi mendekatkan diri kepada Allah adalah sunnah agama-agama samawi dan ajaran para nabi dan rasul, ini membuktikan bahwa kemaslahatannya mencakup seluruh manusia, setiap masa dan segala tempat. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka.” (Al-Hajj: 34). Besarnya hikmah dibalik penyembelihan karena Allah dan tingginya kedudukannya, sehingga Allah menyandingkannya dengan shalat, bahkan dengan kehidupan dan kematian yang Dia perintahkan supaya diikhlaskan hanya kepadaNya semata. “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, penyembelihaku, hidupku dan… ...[Baca selengkapnya]..........

Jenis Qurban Yang Tidak Boleh Diqurbankan

Jenis Qurban Yang Tidak Boleh Diqurbankan Diantara syarat-syarat Qurban adalah tidak cacat, sehingga yang cacat-cacat tidak boleh. Yang dimaksud di sini, adalah cacat secara zhahir yang menyebabkan berkurangnya daging, bila cacatnya sedikit, maka tidak apa-apa. Seperti yang disebutkan dalam makna hadits, Yang nyata-nyata sakitnya Yang nyata-nyata picaknya Yang nyata-nyata pincangnya Yang karena saking kurusnya, tidak tersisa otaknya Yang sebagian besar kuping atau tanduknya tidak ada, termasuk juga yang tidak memiliki gigi seri, yang pecah kulit tanduknya, buta, yang digembalakan tetapi tidak makan dan yang kena kurap. Imam asy-Syafi’i berkata, “Hadits-hadits tentang gigi (hewan yang disembelih) tidak satupun yang dapat dipertanggungjawabkan… ...[Baca selengkapnya]..........

Yang Dilakukan Pada Hari Pertama Kelahiran

Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc. Mentahnik Bayi Tahnik adalah mengunyah sesuatu kemudian meletakkannya pada bagian atas mulut bayi. Mentahnik bayi adalah sunnah menurut kesepakatan para ulama, seperti yang disebutkan oleh al-Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (14/ 99). Di antara landasannya ialah hadits Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Telah lahir anak laki-lakiku kemudian aku bawa kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun memberinya nama Ibrahim, lalu mentahniknya dengan kurma dan mendoakan berkah untuknya.” (Shahih al-Bukhari no. 5467 dan Muslim no. 2145) Sunnah mentahnik bayi tidak khusus bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, apa yang Nabi… ...[Baca selengkapnya]..........

Sunnah yang Terabaikan Bagi Orang yang Mau Berkurban

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin)   Dari Ummu Salamah, Rasulullah bersabada: ”Apabila telah masuk sepuluh (hari pertama bulan Dzulhijjah), salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah sedikit pun ia menyentuh (memotong) rambut (bulu)nya dan mengupas kulitnya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 25269, Al-Imam Muslim no. 1977, Al-Imam An-Nasa`i, 7 hal. 212, Al-Imam Abu Dawud 3/2793, Al-Imam At-Tirmidzi 3/1523, Al-Imam Ibnu Majah 2/3149, Al-Imam Ad-Darimi no. 1866. (CD Program, Syarh An-Nawawi cet. Darul Hadits) Jalur Periwayatan Hadits Hadits tersebut diriwayatkan dari jalan Sa’id bin Musayyib dari Ummu Salamah x. Dalam riwayat hadits ini terdapat seorang… ...[Baca selengkapnya]..........

Tempat Menyembelih Hewan Qurban

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdullah Muhammad Afifuddin) Yang masyhur dari perbuatan Rasulullah n dan para sahabatnya adalah mereka menyembelih hewan qurban di tempat domisili mereka. Inilah sunnah beliau n dalam hal tempat penyembelihan. Bahkan beliau punya kebiasaan menyembelih hewan qurban di tanah lapang tempat shalat Ied. Dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar c: كَانَ رَسُولُ اللهِ n يَذْبَحُ وَيَنْحَرُ بِالْـمُصَلىَّ “Rasulullah n biasa menyembelih (sapi/kambing, pen.) dan me-nahr unta di tanah lapang.” (HR Al-Bukhari no. 982 dan 5552) Begitu pula tatkala beliau sedang melaksanakan ibadah haji, beliau menyembelih hewan al-hadyu di di tempat beliau berada, yaitu Makkah dan Mina. Diriwayatkan dari… ...[Baca selengkapnya]..........

Melaksanakan Akikah

Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc. Akikah secara bahasa berasal dari kata yang berarti memotong. Adapun secara istilah agama, akikah adalah binatang yang disembelih karena lahirnya anak, baik laki-laki maupun perempuan. (asy-Syarhul Mumti’ 7/317 cet. al-Maktabah at-Taufiqiyyah) Akikah punya sebutan lain, yaitu nasikah atau dzabihah yang berarti sembelihan. Tiga sebutan ini ditetapkan oleh syariat sehingga tidak pantas hanya dimasyhurkan (memakai) salah satunya dan yang lain ditinggalkan. (Tuhfatul Maudud hlm. 37)   Hukum Mengakikahi Bayi Berdasarkan dalil-dalil yang kuat, akikah disyariatkan. Hanya saja telah terjadi perbedaan pendapat di antara ulama tentang wajib dan tidaknya. Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa akikah hukumnya sunnah. Di… ...[Baca selengkapnya]..........

Aqiqah di Luar Daerah

Apakah hewan aqiqah boleh disembelih di luar daerah/kota tempat si anak dilahirkan, karena di tempat kelahirannya tidak didapatkan orang-orang fakir yang membutuhkan daging, sementara di tempat lain ada orang-orang yang berhak mendapatkan sedekah? Ataukah tidak disyaratkan daging sembelihan aqiqah harus disedekahkan kepada fuqara? Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab: “Tempat penyembelihan aqiqah tidaklah harus di tempat khusus, boleh disembelih di daerah/negeri kelahiran si anak, boleh pula di luar tanah kelahirannya. karena penyembelihan aqiqah ini merupakan amalan qurbah (pende-katan diri kepada Allah U) dan ketaatan yang tidak dikhususkan tempatnya. Tentang hewan aqiqah yang telah disembelih, maka hukumnya sama dengan… ...[Baca selengkapnya]..........

Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdullah Muhammad Afifuddin)   Berikut ini akan disebutkan beberapa hukum dan adab seputar penyembelihan hewan, baik itu qurban ataupun yang lain. I. Hewan sembelihan dinyatakan sah dan halal dimakan bila terpenuhi syarat-syarat berikut: a. Membaca basmalah tatkala hendak menyembelih hewan. Dan ini merupakan syarat yang tidak bisa gugur baik karena sengaja, lupa, ataupun jahil (tidak tahu). Bila dia sengaja atau lupa atau tidak tahu sehingga tidak membaca basmalah ketika menyembelih, maka dianggap tidak sah dan hewan tersebut haram dimakan. Ini adalah pendapat yang rajih dari perbedaan pendapat yang ada. Dasarnya adalah keumuman firman Allah l: “Dan janganlah… ...[Baca selengkapnya]..........

Mengakikahi Anak yang Sudah Meninggal

Allah ‘azza wa jalla memberi saya rezeki berupa tiga anak perempuan. Hanya saja, mereka meninggal dunia dalam keadaan masih kecil, sementara saya belum sempat mengakikahi mereka. Padahal saya pernah mendengar bahwa syafaat anak-anak kecil dikaitkan dengan akikah. Maka dari itu, apakah sah saya mengakikahi mereka setelah meninggalnya? Apakah saya gabungkan akikah mereka dalam satu sembelihan atau masing-masing disembelihkan sembelihan tersendiri?   Jawab: Berikut ini jawaban Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah. Akikah untuk anak yang baru lahir hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan), menurut pendapat jumhur (mayoritas) ahlul ilmi (ulama). Akan tetapi, hukum ini berlaku untuk anak-anak yang masih hidup,… ...[Baca selengkapnya]..........