Berbeda Idhul Adha Di Saudi Dan Di Indonesia,… Ngga Masalah… Ikuti Putusan Pemerintah Setempat

Bukan Masalah Bila Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda Bukan masalah bila Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi berbeda, barangkali bisa terjadi tahun ini. Ini jawaban ilmiahnya. Penglihatan Hilal Indonesia Jadi Rujukan Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا, وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا, فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ “Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (bulan Sya’ban menjadi 30 hari).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1906 dan Muslim no. 1080). Hilal di negeri masing-masinglah yang… ...[Baca selengkapnya]..........

Mungkin Ada Yang Bertanya, Jika Awal Puasa Harus Melihat Hilal, Kenapa Untuk Waktu Shalat Bisa Menggunakan Hisab?

Kelemahan Metode Hisab Sebagian ormas tetap bersikeras atau ‘ngotot’ untuk menggunakan metode hisab. Yang jadi masalah utama adalah sikap mereka yang tidak ambil peduli lagi dengan cara yang telah digariskan oleh Islam yaitu dengan cara rukyatul hilal atau menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Ketika jelas tidak nampak hilal, karena hasil perhitungan hisabnya seperti itu, maka tetap hasil tersebut yang digunakan. Ditambah lagi ormas yang ngotot seperti ini ternyata menggunakan metode hisab yang sudah usang sebagaimana dinyatakan sendiri oleh pakar hisab. Kelemahan Metode Hisab Menurut Pakarnya Salah satu ormas menggunakan metode hilal yang sebenarnya sudah lemah dan dikatakan usang, yaitu… ...[Baca selengkapnya]..........

Jangan Ngacir Sebelum Tarawih Selesai, Ibarat Nyari sebuah Jarum, Sekarung Jarum Dibuang Begitu Saja

Keutamaan Shalat Tarawih Shalat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.[1] Adapun shalat tarawih tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu dan shalat tarawih hanya khusus dikerjakan di bulan Ramadhan. Sedangkan shalat tahajjud menurut mayoritas pakar fiqih adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah bangun tidur dan dilakukan di malam mana saja.[2] Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan).… ...[Baca selengkapnya]..........

Umar Melakukan Shalat Tarawih 11 Rakaat , Bukan 23 Rakaat Sejalan Dengan Hadits Yang Sangat Shahih

Umar Bin Al-Khattab Menghidupkan Kembali Tarawih Berjama’ah Dan Menyuruh Shalat Sebelas Raka’at Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Telah kami sebutkan sebelumnya, bahwa semenjak kematian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam para sahabat Radhiyallahu ‘anhum terus menjalankan shalat tarawih dengan berpencar-pencar dan bermakmum kepada imam yang berbeda-beda [1] Itu terjadi di masa kekhalifahan Abu Bakar dan di awal kekahlifahan Umar Radhiyallahu ‘anhuma. Kemudian akhirnya Umar bin Al-Khattab menyatukan mereka untuk bermakmum kepada satu imam. Abdurrahman bin Abdul Qariy berkata : “Suatu malam di bulan Ramadhan, aku keluar bersama Umar bin Al-Khattab menunju masjid. Ternyata kami dapati manusia berpencar-pencar disana sini. Ada… ...[Baca selengkapnya]..........

Bagi Yang Ngotot Menggunakan Hisab, Mungkin Belum Paham, Kalau Bangsa Arab Sebelum Rasulullah Lahirpun Sudah Menguasai Ilmu ASTRONOMI

Bagi orang atau ormas yang ngotot memaksakan metode yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dalam menentukan awal puasa dan syawal, mereka sering mengemukakan karena di jaman Rasul belum dikenal adanya ilmu hisab ini. Pernyataan seperti ini adalah pernyataan yang sangat menggelikan. Mereka tidak paham bahwa bangsa arab adalah bangsa yang sering berpetualang, jika melakukan perjalanan di malam hari baik di padang pasir nan luas atau di samudra, mereka berpedoman dengan ilmu perbintangan. Mereka menguasai ilmu astronomi, termasuk dalam hal ini adalah ilmu menghitung jumlah bulan. Berikut ini ilmu-ilmu yang dikuasai oleh bangsa arab sebelum Rasulullah mendakwahkan islam, diantaranya: 1. Ilmu… ...[Baca selengkapnya]..........

Umrah Di Bulan Ramadhan

Umrah di Bulan Ramadhan Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: عُمْرةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً. (أخرجه البخاري ومسلم) “Pahala umrah di bulan Ramadhan sama seperti ibadah haji.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) dalam riwayat lain berbunyi: حَجَّةَ مَعِي. “sama seperti menunaikan haji bersamaku” Wahai saudaraku, berbahagialah Anda dengan pahala seperti menunaikan haji bersama Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam ———- Sumber: Al-Sofwa – www.alsofwa.com – Rabu, 1 September 2004/16 Rajab 1425H… ...[Baca selengkapnya]..........

Renungan Ke-28 : Puasa Sunnah

RENUNGAN KE-28 : Puasa Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam senantiasa berpuasa seperti tidak pernah berbuka, beliau juga berbuka sepertinya tidak pernah puasa, dan tidak didapatkan beliau selama hidupnya berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan kecuali bulan Sya’ban, di bulan itulah beliau banyak berpuasa bahkan sebulan penuh. Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam berjanji kepada dirinya untuk senantiasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis serta Ayyamul Baidh (13, 14, 15 untuk setiap bulannya). Diriwayatkan dalam hadits dha’if bahwa Nabi shallallahu ‘alaihui wasallam tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Baidh di kampung halamannya atau di tempat bepergiannya. Puasa Ayyamul Baidh hukumnya sunnah dan dianjurkan,… ...[Baca selengkapnya]..........

Renungan Ke-3 : Makna Puasa

RENUNGAN KE-3 : Makna Puasa Bila kita perhatikan dan kaji dengan serius, maka puasa memiliki makna dan tujuan yang agung, di antaranya: Pertama: Puasa erat kaitannya dengan keimanan yang benar kepada Allah Subhaanahu Wata’aala. oleh karena itu, dikatakan “Puasa adalah ritual rahasia”, sebab memungkinkan seseorang tidak berpuasa dengan menyantap makanan dan minuman atau tidak disertai niat, meskipun dia tidak makan dan minum di siang harinya. Jadi puasa adalah ritual batin yang bersifat rahasia antara hamba dan Rabbnya. Menahannya seseorang dari semua yang membatalkan puasa, padahal dia mampu untuk memperolehnya secara diam-diam, itu merupakan dalil akan kuatnya keyakinan dan keimanan kepada… ...[Baca selengkapnya]..........

Penetapan Awal Ramadhan

Penetapan dengan Ru’yah al-Hilal Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “…Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa…” (QS. al-Baqarah; 185) Dalam ayat di atas terkandung pengertian wajib untuk menunaikan puasa Ramadhan dari sejak awal sampai akhir bulan. Untuk mengetahui awal dan akhir bulan dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut: Pertama: Dengan Ru’yah al-Hilah, yaitu dengan cara melihat hilal bulan Ramadhan atau Syawal. Oleh karena itu, jika ru’yah bulan Ramadhan telah ditetapkan maka diwajibkan berpuasa. Jika ru’yah bulan Syawal telah ditetapkan, maka wajib tidak berpuasa (berbuka), baik dilihat sendiri maupun… ...[Baca selengkapnya]..........

Pendahuluan

Pendahuluan Segala puji hanya bagi Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Shalawat dan Salam semoga tetap tercurah kepada qudwah dan panutan kita Nabi Muhammad Shallallaahu ‘aliahi wa sallam, keluarga beliau dan para sahabat dan orang-orang yang senantiasa istiqamah dan iltizam di jalannya sampai akhir zaman. Selanjutnya, permasalahan penentuan awal dan akhir Ramadhan/awal Syawwal setiap tahun menjadi bahan perbincangan dan polemik di kalangan mayoritas kaum Muslimin. Karena itulah dalam rangka menyambut bulan Ramadhan nan agung ini, sengaja redaksi mengangkat topik ini secara ringkas dan garis besarnya saja dengan harapan kaum Muslimin mendapat informasi yang benar dan akurat berkaitan dengan permasalahan tersebut. ———- Sumber:… ...[Baca selengkapnya]..........

Renungan Ke-5 : Keutamaan Bulan Ramadhan

RENUNGAN KE-5 Keutamaan Bulan Ramadhan Setelah kita bahas keutamaan puasa, baik puasa sunnah atau wajib, kita beranjak kepada keutamaan bulan Ramadhan Ramadhan bulan Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.” (Al-Baqarah: 185). Firman Allah Ta’ala “Unzila fiihil Qur’an” mengandung beberapa makna: Turunnya Al-Qur’an dari Lauhil Mahfuzh ke langit dunia sebagaimana menurut Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu. Atau Allah menurunkan permulaan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada bulan Ramadhan karena Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar, sedang Lailatul Qadar ada pada bulan Ramadhan. Menurut pendapat lain yakni bulan diturunkannya Al-Qur’an yang memuji… ...[Baca selengkapnya]..........