Kunci-Kunci Rejeki (bagian dua)

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)   Percayakah anda yang sedang bergiat mencari penghidupan untuk anak dan istri bahwa rezeki yang halal, thayyib, dan berbarakah itu mudah diperoleh oleh hamba yang dekat dengan-Nya dan tidak melupakan-Nya? Tawakkal, memusatkan pikiran dan perhatian ketika beribadah kepada Allah l, berhijrah di jalan Allah l, dan silaturahim merupakan kunci-kunci dari sekian kunci yang mendatangkan serta memudahkan rezeki dari Allah l. Untuk kejelasannya kita baca keterangan berikut ini:   Tawakkal Kita sering mendengar kata tawakkal atau bahkan mengucapkannya, tapi sebenarnya apakah yang dimaksud dengan tawakkal? Dalam Faidhul Qadir (5/311), Al-Imam Al-Munawi1 t menjelaskan, “Tawakkal adalah menampakkan kelemahan… ...[Baca selengkapnya]..........

Sikap Pertengahan dalam Hal Mencari Rezeki

Umar bin al-Khaththab z mengatakan, “Antara seorang hamba dan rezekinya ada pemisah. Jika dia qanaah (merasa cukup) dan jiwanya merasa ridha, rezekinya akan menghampirinya. Akan tetapi, jika dia memaksa masuk dan meruntuhkan hijab itu, dia tidak akan bisa menambah rezekinya di atas kadar yang telah ditentukan untuknya.” Sebagian salaf berkata, “Bertawakallah, maka engkau akan dianugerahi rezeki tanpa kelelahan dan susah payah.” Al-Marwazi bertanya kepada al-Imam Ahmad tentang seseorang yang hanya duduk di rumahnya—padahal dia mampu untuk beraktivitas—dan mengatakan, “Aku akan duduk dan bersabar. Aku tidak akan mengharapkan sesuatu dari orang lain.” Al-Imam Ahmad menjawab, “Dia keluar dari rumahnya dan berbuat… ...[Baca selengkapnya]..........

Kunci-kunci Rejeki

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)   Mencari rezeki termasuk salah satu perkara yang menyibukkan kehidupan seorang insan, terlebih lagi bila ia seorang kepala rumah tangga yang memiliki banyak tanggungan, anak dan istri yang harus dihidupinya. Tak jarang untuk mendukung ekonomi keluarga seorang istri turut bekerja, baik di dalam maupun di luar rumahnya. Kata sebagian orang yang tertipu dengan dunia, tahun-tahun belakangan ini hidup semakin sulit, susah mendapatkan penghasilan. “Jangankan yang halal, yang haram aja susah,” kata mereka. “Jadi orang itu jangan terlalu lurus, jangan terlalu jujur, karena nanti susah dapat bagian, sempit rezekinya. Nggak apa-apa sedikit bengkok kalau pengen hidup… ...[Baca selengkapnya]..........

Rezeki Tidak Sama, Apa Hikmahnya?

Perhatikanlah lingkungan sekitar Anda! Pasti Anda akan dapati perbedaan tingkat kehidupan orang-orangnya. Ada yang kaya raya, punya rumah mewah, kendaraan berderet bak showroom di garasinya. Uangnya jangan ditanya, perhiasannya pun membuat mulut kita menganga. Sementara itu, makanan yang tersaji di meja hidangannya membuat kita geleng-geleng kepala. Dia bisa bepergian ke mana dia suka, berlibur dari satu negara ke negara lain adalah hal yang biasa. Anda dapati ada lagi si miskin papa, berumah reyot dengan dinding hampir roboh, berpakaian kusam dan penuh tambalan, makan cukup dengan sepotong tempe atau krupuk. Yang lebih prihatin ada lagi, mereka yang Anda lihat menggelandang di… ...[Baca selengkapnya]..........

Mencari Rizqi yang Halal ditengah Krisis Ekonomi dan Keterpurukan Moral

(ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc.) “Sedikit tapi cukup lebih baik daripada banyak tapi tak pernah merasa cukup”. Jika dikaitkan dengan masa yang “serba sulit” ini, ungkapan bijak di atas memang terasa relevan. Maklumlah, banyak dari kita yang kurang mensyukuri rizki yang diberikan Allah, malah justru kerap berkeluh kesah. Parahnya, jalan pintas lah yang kemudian ditempuh untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kehidupan Dunia dan Segala Tantangannya Kehidupan dunia merupakan medan tempaan dan ujian (darul ibtila`). Siapapun yang menjalaninya pasti akan merasakan tempaan dan ujian tersebut. Demikianlah, Allah l Dzat Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana menghendakinya. Sebagaimana dalam firman-Nya… ...[Baca selengkapnya]..........

Salah Satu Kunci Rizki Dan Kebahagiaan Dunia Akhirat

Salah Satu Kunci Rizki dan Kebahagiaan Dunia AkhiratKeutamaan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Pahalanya Oleh :Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua. 1. Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama. Dengan dasar diantaranya yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. “Artinya : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat… ...[Baca selengkapnya]..........

Kunci Rizki Menurut Al Qur”an Dan As Sunnah (7)

Pasal Ketujuh : BERINFAK DI JALAN ALLAH Di antara kunci-kunci rizki lain adalah berinfak di jalan Allah. Pembahasan masalah ini –dengan memohon taufik dari Allah– akan sayalakukan melalui dua poin berikut: A. Yang dimaksud berinfak.B. Dalil syar’i bahwa berinfak di jalan Allah adalah termasuk kunci-kunci rizki. A. Yang Dimaksud Berinfak Di tengah-tengah menafsirkan firman Allah: “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya”. (Saba’: 39).Syaikh Ibnu Asyur berkata: “Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfak kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama.” B. Dalil Syar’i Bahwa… ...[Baca selengkapnya]..........

Kunci Rizki Menurut Al Qur”an Dan As Sunnah (1)

Assalamualaikum Wrahmatullahi Wabarakatuh kunci rizki ini merupakan karya dari Dr Fadhl Ilahi.dalam artikel ini terdapat 10 pasal kunci rizki.saya sengaja memecahnya satu persatu agar kita tidak bosan membacanyadan agar lebih mudah dipahami dan dilaksanakan Pasal Pertama : ISTIGHFAR DAN TAUBAT Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah is-tighfar(memohon ampunan) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan MahaMenutupi (kesalahan). Untuk itu, pembahasan mengenai pasal ini kamibagi menjadi dua pembahasan: a. Hakikat istighfar dan taubat.b. Dalil syar’i bahwa istighfar dan taubat termasuk kunci rizki. A. Hakikat Istighfar dan TaubatSebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalahcukup dengan lisan semata. Sebagian mere-ka… ...[Baca selengkapnya]..........

Pengaruh Rizki Yang Halal Dan Haram (bag. 1)

Pendahuluan Segala puji hanya milik Allah Ta’ala yang telah memuliakan kita sebagai manusia di atas makhluk lainnya dan mengaruniakan kepada kita rizki-rizki yang baik. وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak keturunan Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan. Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan sungguh Kami telah melebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (Qs. Al Isra’: 70) Ibnu Jarir At Thobary menjelaskan maksud dari rizki yang baik dengan berkata: من طيبات المطاعم والمشارب،… ...[Baca selengkapnya]..........

Kunci Rizki Menurut Al Qur’an Dan As Sunnah (2)

Pasal Kedua : TAQWA Termasuk sebab turunnya rizki adala taqwa. Saya akan membicarakan masalah ini – dengan memohon taufik dari Allah– dalam dua bahasan: a. Makna taqwa. b. Dalil syar”i bahwa taqwa termasuk kunci rizki. A. MAKNA TAQWA Para ulama telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di antaranya, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani mendefinisikan: “Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan”. Sedangkan Imam An-Nawawi mendefinisikan taqwa dengan “Mentaati perintah dan laranganNya.” Maksudnya, menjaga diri dari kemurkaan dan adzab Allah . Hal itu sebagaimana didefinisikan oleh… ...[Baca selengkapnya]..........

Muslim Kaya Tidak Tercela (bagian 1)

Hidup kaya tidak tercela Masya Allah, “Sudah kaya, taat beragama, rajin beribadah, berinfak pun tidak pernah putus.” Demikianlah kira-kira pujian terhadap orang yang memiliki banyak harta, berakhlak baik, dan taat menjalankan perintah agama. Bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi harta kekayaan yang dimilikinya? Haruskah dia kaya atau biasa-biasa saja? Ataukah menerima apa adanya? Harta kekayaan merupakan nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang harus disyukuri. Kaya di dunia bukan satu hal yang tercela. Namun, yang menimbulkan cela adalah perilaku orang yang berduit yang rakus dan tamak terhadap harta. Dalam rangka menumpuk harta, mereka tak segan-segan menggunakan cara yang tidak halal. Setelah berhasil… ...[Baca selengkapnya]..........

Agar Rizki Mendapat Keberkahan: Dua Syarat Meraih Keberkahan

Oleh Ustadz Muhammad Arifin Badri MAKNA KEBERKAHAN] Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdo’a untuk mendapatkan keberkahan, baik dalam umur, keluarga, usaha, maupun dalam harta benda dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan keberkahan itu? Dan bagaimana untuk memperolehnya? Apakah keberkahan itu hanya terwujud jamuan makanan yang kita bawa pulang saat kenduri? Atau apakah keberkahan itu hanya milik para kiyai, tukang ramal, atau para juru kunci kuburan, sehingga bila salah seorang memiliki suatu hajatan, ia datang kepada mereka untuk “ngalap berkah”, agar cita-citanya tercapai? Bila kita pelajari dengan sebenarnya, baik melalui ilmu bahasa Arab… ...[Baca selengkapnya]..........