Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi pada Tahun Kesembilan Hijriah

Dalam kitab Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullah menulis, Pertanyaan: Apa saja perang yang terjadi pada tahun kesembilan hijriah? Jawaban: Terjadi di bulan Rajab di tahun ini Perang Tabuk, yaitu Perang Al Usrah. Utsman bin Affan menyumbang untuk perang ini 300 ekor unta dengan kain-kain pelana dan pelana-pelananya [juga]. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagai pemimpin di Madinah. Dalam perang ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat perjanjian damai dengan penduduk Ailah, Adzruh, dan Ukaidir Dumah. Beliau pulang dari Tabuk setelah 20 hari tinggal di sana.… ...[Baca selengkapnya]..........

WAJAH RASULULLAH LEBIH INDAH DARIPADA REMBULAN

Dalam Asy Syama-il Al Muhammadiyyah, Imam At Tirmidzi rahimahullahu ta’ala menyebutkan, عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ ، قَالَ : رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، فِي لَيْلَةٍ إِضْحِيَانٍ ، وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ ، فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَيْهِ وَإِلَى الْقَمَرِ ، فَلَهُوَ عِنْدِي أَحْسَنُ مِنَ الْقَمَرِ Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah di malam bulan purnama. Beliau mengenakan pakaian merah. Aku pun memandang ke arah beliau dan ke arah bulan purnama. Maka, bagiku, beliau lebih menawan daripada bulan purnama.” عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ ، قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ رَضِيَّ الله عَنْه : أَكَانَ وَجْهُ… ...[Baca selengkapnya]..........

Setelah Rasulullah Berdakwah secara Terang-Terangan

Pertanyaan: Bagaimana keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang beriman bersama beliau dengan orang-orang musyrikin setelah berdakwah secara terang-terangan? Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullahu ta’ala menjawab: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah terang-terangan, kaum musyrikin semakin menjadi-jadi dalam mengganggu beliau dan kaum muslimin yang bersama beliau, sampai [kemudian] diizinkan kepada mereka berhijrah ke An Najasyi di Habasyah. Maka, berhijrahkah di antara mereka sekitar 80 orang. Sebagian mereka berhijrah sendiri. Sebagian yang lain dengan keluarganya. RUJUKAN: Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami. Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, halaman 27. ———- Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net –… ...[Baca selengkapnya]..........

Peristiwa Baiat Al Aqabah II pada Tahun Terakhir Rasulullah Berada di Mekkah

Tentang terjadinya Baiat Al ‘Aqabah kedua, dalam Al Fushul fi Sirah Ar Rasul, Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala mengatakan, Islam pun muncul dan menyebar banyak di Madinah. Setelah itu, Mush’ab bin ‘Umair kembali ke Mekkah. Pada tahun itu, banyak orang Anshar yang datang ke Mekkah pada musim haji, baik dari kalangan muslimnya ataupun dari kalangan musyriknya. Yang menjadi pemimpin rombongan adalah Al Bara’ bin Ma’rur radhiyallahu ‘anhu. Ketika malam [terjadinya Baiat] Al ‘Aqabah, pada sepertiga malam pertama, 73 laki-laki dan dua orang perempuan Anshar mengendap-endap keluar menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka pun berbaiat [berjanji setia] kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi… ...[Baca selengkapnya]..........

Kelompok-Kelompok Manusia setelah Kaum Muslimin Diizinkan Hijrah ke Madinah

Dalam kitab Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullah menulis, Pertanyaan: Terbagi menjadi berapa kelompok manusia setelah hijrah? Jawaban: Adapun di Mekkah, maka [terbagi] antara orang-orang kafir harbi [yang sedang diperangi] dan orang-orang mukmin yang lemah yang tidak mampu untuk hijrah. Sementara di Madinah, [terbagi] antara orang-orang mukmin yang mencintai dan memusuhi karena Allah yang mereka itu adalah kaum Muhajirin dan Anshar, orang-orang yang memusuhi lagi sombong yang mereka itu adalah Yahudi, dan orang-orang munafik yang jika bertemu orang-orang beriman mengatakan, “Kami beriman,” dan jika pergi menemui setan-setan [tokoh-tokoh] mereka mengatakan, “Sesungguhnya, kami bersama… ...[Baca selengkapnya]..........

Daftar Nama Sahabat-Sahabat yang Dipersaudarakan oleh Rasulullah di Madinah

Tentang nama-nama sahabat Rasulullah yang dipersaudarakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Muhammad Ali bin Ahmad Al Andalusi atau yang dikenal dengan Ibnu Hazm rahimahullahu ta’ala mengatakan dalam kitab sirah nabawiyah karyanya, Jawami’ As Sirah An Nabawiyyah, Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar. Maka, beliau persaudarakan antara: Ja’far bin Abi Thalib—yang waktu itu ada di Habasyah—dengan Mu’adz bin Jabal Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dengan Kharijah bin Zaid bin Haritsah Umar bin Al Khaththab dengan ‘Itban bin Malik dari Bani Salim Abu Ubaidah bin Al Jarrah dengan Sa’ad bin Muadz saudara Bani Abdil… ...[Baca selengkapnya]..........

RASULULLAH PERNAH MEMANJANGKAN RAMBUT SAMPAI KE PUNDAK

Dalam Asy Syama-il Al Muhammadiyyah, Imam At Tirmidzi rahimahullahu ta’ala menyebutkan, عن الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ رضي الله عنه ، يَقُولُ : كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ ، رَجُلا مَرْبُوعًا ، بَعِيدَ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ ، عَظِيمَ الْجُمَّةِ إِلَى شَحْمَةِ أُذُنَيْهِ ، عَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ ، مَا رَأَيْتُ شَيْئًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ . Dari Al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Adalah Rasulullah seorang yang berdada bidang. Antara dua bahu beliau jauh. Rambut beliau menjuntai sampai ke ujung bawah telinga. Beliau memakai pakaian berwarna merah yang tidak pernah kulihat seorang pun lebih baik dalam mengenakannya’.” عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ ، قَالَ… ...[Baca selengkapnya]..........

Peristiwa-Peristiwa Penting yang Terjadi pada Tahun Kedelapan Hijriah

Dalam kitab Amali fi As Sirah An Nabawiyyah, Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullah menulis, Pertanyaan: Apa saja perang yang terjadi pada tahun kedelapan hijriah? Jawaban: [1] Di bulan Jumadil Ula tahun ini terjadi Perang Mu’tah yang menjadi syahid ketika itu Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhum. [2] Di bulan Ramadhan tahun ini terjadi Perang Al Fath yang paling besar [Penaklukan Kota Mekkah]. Sebabnya, orang-orang Quraisy membatalkan perjanjian dengan membantu orang Bani Bakr menyerang Khuza’ah di Mekkah. Perang Al Fath ini adalah perang yang Allah muliakan Islam dan dimusnahkannya berhala-berhala. [3] Kemudian,… ...[Baca selengkapnya]..........

Langkah-Langkah Strategis Pertama yang Dilakukan Rasulullah setelah Tiba di Madinah

Setelah membangun masjid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat langkah-langkah strategis untuk membangun masyarakat di kota Madinah. Tentang ini, Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala mengatakan, Rasulullah mengadakan perjanjian dengan orang-orang Yahudi yang ada di Madinah. Untuk itu, ditulislah lembaran kesepakatan. Dan masuk ke dalam Islam ulama Yahudi, Abdullah bin Sallam radhiyallahu ‘anhu. Sementara kebanyakan Yahudi masih terus kafir. Mereka waktu itu terdiri dari tiga kabilah: Bani Qainuqa’, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar. Karena hubungan persaudaraan itu, mereka pun saling mewarisi di awal-awal Islam—pewarisan yang lebih didahulukan daripada kekerabatan. Allah subhanahu… ...[Baca selengkapnya]..........

Peristiwa Isra’-Mi’raj dan Terbelahnya Bulan Menjadi Dua

Pertanyaan: Kapan terjadi Isra’ dan Mi’raj? Jawaban: Isra’ dan Mi’raj terjadi setelah beliau berusia 50 tahun. Isra’ adalah [perjalanan malam] dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha—ke tempat beliau mendengar di dalamnya guratan-guratan pena, ke tempat yang dikehendaki oleh Allah ta’ala. Beliau melihat tanda-tanda Rabb yang paling besar. [Di sana] beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam diwajibkan untuk shalat lima waktu. Lalu, paginya beliau di Mekkah dan di pagi itu juga Jibril mendatangi beliau dengan penjelasan waktu-waktu shalat lima waktu. Ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar tentang Isra’, makin bertambahlah… ...[Baca selengkapnya]..........

Muhammad shallallahu alaihi wa sallam Diangkat Menjadi Nabi dan Rasul

Pertanyaan: Berapa umur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika diutus sebagai nabi dan kepada siapa beliau diutus? Jawaban: Allah ta’ala mengutus beliau ketika beliau berusia 40 tahun untuk seluruh manusia sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Pertanyaan: Apa yang menjadi pendahuluan bagi Rasulullah sebelum turunnya wahyu? Jawaban: Yang menjadi pendahuluan bagi Rasulullah sebelum turunnya wahyu adalah mimpi yang benar, sehingga Rasulullah tidaklah bermimpi kecuali beliau melihat dalam beliau seperti cahaya di waktu subuh. Pertanyaan: Bagaimana keadaan Rasulullah sebelum turunnya wahyu? Apa yang pertama kali diwahyukan? Jawaban: Adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beribadah di Gua Hira’ pada malam-malam… ...[Baca selengkapnya]..........

Rasulullah Memulai Dakwah secara Terang-Terangan

Pertanyaan: Kepada siapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai dakwah secara terang-terangan? Al Hafizh Ibnu Ahmad Al Hakami rahimahullahu ta’ala menjawab: Ketika Allah ta’ala menurunkan ayat, وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.” (QS. Asy Syu’ara’: 214) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaikin Bukit Abu Qubaisy. Beliau menyeru secara umum dan khusus. Beliau berkata, “Wahai orang-orang Quraisy. Wahai Bani Abdi Manaf. Wahai Bani Hasyim. Belilah diri-diri kalian. Tebuslah diri-diri kalian dari Neraka. Aku tidak bisa melindungi kalian dari Allah sedikit pun. Wahai Abbas bin Abdil Muththalib, aku tidak bisa melindungimu dari Allah sedikit pun. Wahai Shafiyyah, bibi… ...[Baca selengkapnya]..........