Para Petani dan Tuan-Tuan Kebun

Al-Ustadz Abu Muhammad Harits bagian ke-2 Demikianlah keadaan mereka. Di malam hari mereka sudah berencana untuk tidak memberi bagian sedikit pun kepada orang-orang yang miskin. Esok paginya, justru mereka sendiri yang menuai kerugian dan penyesalan. Tidak ada sisa yang dapat diharapkan dari kebun yang mereka rawat selama ini. Renungkanlah, bagaimana Allah Subhanahu wata’ala membalas rencana dan niat buruk mereka. Kandungan Kisah Kisah ini adalah sebuah perumpamaan yang dibuat oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk orangorang kafir Quraisy. Allah Subhanahu wata’ala telah memberi mereka nikmat yang sangat besar dengan mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka. Tetapi, mereka menerimanya dengan sikap… ...[Baca selengkapnya]..........

Meneladani Akhlak Nabi

(ditulis oleh: al-Ustadz Muhammad Rijal Isnain, Lc.) Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah z meriwayatkan bahwa Rasulullah n bersabda: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ “Sungguh aku diutus menjadi Rasul tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak yang saleh (baik).” Pada sebagian riwayat: لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ “Untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Islam adalah agama yang penuh keindahan. Ia dibangun di atas akidah tauhid yang bersih dari kesyirikan. Ia membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk, hingga cinta dan peribadatan hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin. Allah l berfirman: Katakanlah, “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan… ...[Baca selengkapnya]..........

Pelajaran dari Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib) “Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah I, niscaya Allah I akan memberinya ganti dengan yang lebih baik.” Inilah satu pelajaran penting yang bisa diambil dari kisah ini. Ketika Nabi Sulaiman u membunuh kuda-kudanya karena telah membuat lalai dari berdzikir kepada Allah I, maka Allah I menggantinya dengan ditundukkannya angin dan setan bagi beliau.” Di antara pelajaran penting yang dapat di ambil: 1. Bahwa Allah I menceritakan keadaan umat sebelumnya kepada Nabi-Nya Muhammad n adalah untuk meneguhkan hati dan menenangkan jiwa beliau. Allah I ceritakan kepada beliau tentang hebatnya ibadah dan kesabaran umat sebelumnya… ...[Baca selengkapnya]..........

Meneladani Pemimpin Umat

إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةٗ قَانِتٗا لِّلَّهِ حَنِيفٗا وَلَمۡ يَكُ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ١٢٠ “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam teladan yang patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (an-Nahl: 120)   Tafsir Ayat إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةٗ قَانِتٗا لِّلَّهِ حَنِيفٗا وَلَمۡ يَكُ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ     “Sesungguhnya Ibrahim adalah umat yang tunduk kepada Allah di atas tauhid, dan bukan dari kalangan orang-orang musyrik.” Ayat ini merupakan pujian dari Allah ‘azza wa jalla kepada Rasul dan Khalil-Nya, Ibrahim ‘alaihissalam, bahwa beliau adalah imam orang-orang yang bertauhid sekaligus orang tua para nabi, yang senantiasa lurus di atas tauhid dan jauh… ...[Baca selengkapnya]..........

Para Petani dan Tuan -Tuan Kebun

Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Masih ingatkah Anda akan kisah tentang seorang petani dermawan? Seorang hamba yang saleh dan memahami arti syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala. Di saat yang lain sedang kekeringan, sawah ladangnya diairi oleh air hujan yang khusus turun untuknya. Amalan apa yang dilakukannya? Bayangkan, sepertiga hasil panen, dia gunakan untuk modal menanam kembali, sepertiga lagi untuk dia dan keluarga yang ditanggungnya, serta sepertiga sisanya adalah untuk sedekah? Andaikata hasil panennya tiga ton, berarti satu ton diserahkannya untuk sedekah, kalikan dengan kelipatannya. Tentu, jumlah yang cukup besar, di saat tabiat manusia itu sangat kikir dan suka menahan harta. Tetapi,… ...[Baca selengkapnya]..........

Pelajaran dari Sepenggal Kisah Istri-istri Shalihah

Menghidupkan kembali karakter para wanita mulia dari kalangan sahabiyah di masa kini barangkali merupakan upaya yang sulit dilakukan, kalau tidak bisa dikatakan tidak mungkin. Segala sesuatunya memang telah demikian jauh berbeda. Namun tak ada salahnya kita senantiasa melakukan upaya perbaikan diri, di antaranya dengan mengetahui kemuliaan mereka dan sebisa mungkin kita mencontohnya. Mudahmudahan ini menjadi sebuah upaya positif di tengah kuatnya arus perusakan yang datang dari berbagai arah. Seorang istri yang mengerti akan dien dan mempunyai rasa takut kepada- Nya pasti berharap menjadi istri yang salihah. Gambaran istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Khadijah bintu Khuwailid, Aisyah bintu Abi… ...[Baca selengkapnya]..........

Pujian Para Ulama Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits)   Keharuman nama beliau tidak hanya diakui oleh sahabat dan murid-murid beliau. Bahkan sebagian seteru beliau juga memberikan sanjungan tidak hanya berkaitan dengan keilmuan beliau tapi juga pribadinya. Di antara mereka adalah Al-Qadhi Ibnu Makhluf yang juga lawan beliau, sebagaimana telah dinukil sebelumnya. Ibnu Daqiqil ‘Ied t, seorang ulama yang ahli dalam dua mazhab; Maliki dan Syafi’i, menceritakan pengalamannya ketika berkumpul dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah t: “Saya lihat dirinya, dalil itu seolah-olah ada di depan matanya. Dia ambil mana yang dia mau dan dia tinggalkan mana yang dikehendakinya.” Ibnu Az-Zamlakani t, juga mengatakan: “Terkumpul… ...[Baca selengkapnya]..........

Merangkai Faedah dari Mutiara Sejarah

Inilah al-baitul qashid –maksud– dari penukilan beberapa riwayat tarikh pada lembaran-lembaran yang telah lalu, yaitu mengambil pelajaran dari sejarah generasi terbaik. Tarikh sahabat bukan sekadar cerita bacaan. Akan tetapi yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kita mengambil ibrah (pelajaran) dari kehidupan generasi terbaik dalam mengamalkan Al-Kitab dan As-Sunnah. Dengan memohon pertolongan Rabbul ‘Izzah, kita tutup majelis kita dengan memetik beberapa pelajaran dari kisah-kisah di atas. Semoga Allah l selalu memberikan hidayah kepada kita hingga berjumpa dengan-Nya dan menatap Wajah-Nya yang mulia.   Pertama: Sahabat adalah bintang-bintang bagi umat Muhammad n Meyakini keutamaan sahabat dan mencintai mereka adalah kewajiban agama, fardhu… ...[Baca selengkapnya]..........

Mendulang Mutiara Hikmah dari Perjalanan Hidup Nabi Ibrahim

(ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi) Kisah-kisah agung dari Nabi Ibrahim q adalah peneguhan nyata akan tauhid. Ketaatan dan keimanan yang luar biasa kepada Allah l mewujud pada tindakan yang niscaya akan teramat berat ditunaikan manusia pada umumnya. Sebuah keteladanan yang mesti kita tangkap dan nyalakan dalam kehidupan kita. Nabi Ibrahim q Seorang Teladan Yang Baik Nabi Ibrahim q adalah seorang teladan yang baik. Perjalanan hidupnya selalu berpijak di atas kebenaran dan tak pernah meninggalkannya. Posisinya dalam agama amat tinggi (seorang imam) yang selalu patuh kepada Allah l dengan mempersembahkan segala ibadahnya hanya untuk-Nya semata. Beliau pun tak pernah lupa… ...[Baca selengkapnya]..........

Keutamaan Mu’awiyah Bin abi Sufyan dalam Al-Qur’an

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Mu’awiyah Askari bin Jamal) “Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Makkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Hadid: 10) Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat “Penaklukan.” Mayoritas ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “al-fath” di sini adalah Fathu Makkah, yang menunjukkan kemenangan kaum muslimin dengan berhasilnya Rasulullah n dan para sahabatnya g. Di antara yang menyebutkan penafsiran ini adalah Qatadah dan Zaid bin Aslam rahimahumallah. (Lihat Tafsir al-Qurthubi… ...[Baca selengkapnya]..........

Figur Teladan

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah) Tidak ada teladan sebaik Rasulullah r. Barangsiapa meneladani Rasulullah r, niscaya ia akan menjadi teladan. Seribu lima ratus tahun yang silam, siapa yang tidak mengenal sosok Abu Bakr, khalifah pertama pengganti Rasulullah sebagai imam umatnya? Dialah pribadi paling mulia di antara umat Muhammad r. Siapa pula yang tidak mengenal ‘Umar bin Al-Khaththab, orang terbaik setelah Abu Bakr? Demikian juga dengan ‘Utsman bin ‘Affan, orang terbaik setelah ‘Umar, serta ‘Ali bin Abu Thalib, yang merupakan orang terbaik setelah ‘Utsman? Semuanya merupakan keutamaan Allah U, di mana Ia telah memilih mereka menjadi orang-orang terbaik… ...[Baca selengkapnya]..........

[Permata Salaf] Pengaruh Orang Tua Terhadap Anak

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya—belahan hatinya—di dunia dan di akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka. Orang tua justru membantu si anak menuruti semua keinginan syahwatnya. Ia menyangka bahwa dengan berbuat demikian berarti dia telah memuliakan si anak, padahal sejatinya dia telah menghinakannya. Bahkan, dia beranggapan, ia telah memberikan kasih sayang kepada anak dengan berbuat demikian. Akhirnya, ia pun tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaan anaknya. Si anak justru membuat orang tua terluput mendapat bagiannya di dunia dan di akhirat. Apabila engkau meneliti kerusakan yang terjadi pada anak, akan… ...[Baca selengkapnya]..........