Habib Munzir Salah Menerjemahkan Perkataan Al-Baidhoowi rahimahullah

Prolog :Sesungguhnya perkara yang diperintahkan dalam syariat kita adalah memakmurkan masjid bukan membangun meninggikan dan membangun bangunan di atas kuburan. Justru memakmurkan kuburan dengan beribadah di kuburan merupakan adat kebiasaan Ahlul Kitab (yahudi dan nasoro) yang kita diperintahkan untuk menyelisihi tata cara ibadah mereka. مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ (١٧)إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (١٨) Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri… ...[Baca selengkapnya]..........

20 Faedah Tentang Aqidah

Faidah I TOLERANSI AGAMA Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. [1] Sebagian kalangan menjadikan ayat ini sebagai dalil untuk memperkuat ajaran toleransi antar umat beragama dan kebenaran agama selain Islam. Sungguh, ini adalah pemahaman yang bathil, bagaimana mungkin itu benar sedangkan Rasulullah selalu mengingkari, melarang dan mengancam dari agama selain Islam, bahkan ketika mereka menuntut beliau agar menghentikan hal itu, beliau tetap tegar dalam pendiriannya. Lantas bagaimana mungkin ayat ini menunjukkan kebenaran agama mereka?!! Ayat ini menunjukkan perintah agar Nabi berlepas diri dari agama mereka yang bathil, bukan malah menyetujuinya.[2] Faidah II KARTU AJAIB Abu Hasan, Ali bin Umar berkata: “Saya… ...[Baca selengkapnya]..........

Perpisahan Dengan Ramadan

Berikut ini beberapa nasihat penting ketika berpisah dengan Ramadan. Kami sarikan dari kitab Lathaiful Ma’arif karya Ibnu Rajab (hlm. 368–369) dengan beberapa perubahan. Semoga bermanfaat …. * Para sahabat adalah orang yang paling antusias dalam menyempurnakan dan melakukan hal terbaik dalam beramal. Mereka juga antusias agar amalnya diterima. Mereka sangat takut amalnya ditolak dan tidak diterima. Mereka itulah sekelompok manusia yang Allah nyatakan dalam Alquran melalui firman-Nya, وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ “Dan orang-orang yang memberikan sesuatu yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan… ...[Baca selengkapnya]..........

Bagaimana Cara Ikhlas dalam Belajar?

Para ulama selalu mewanti-wanti agar kita selalu ikhlas dalam beramal termasuk dalam belajar. Ilmu semakin mudah diraih jika disertai dengan ikhlas. Ilmu semakin jauh dari kita jika yang diharapkan adalah pujian manusia dan ridho selain Allah. Sesungguhnya ikhlas dalam beramal adalah syarat diterimanya amal dan cara mudah mencapai tujuan. Allah Ta’ala berfirman, وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”… ...[Baca selengkapnya]..........

Mengelola Akun Google Tidak Aktif

Cara Menghapus Data Akun Google Pribadi Mungkin diantara Anda sudah mengenal layanan google yang satu ini yaitu “Pengelola Akun Tidak Aktif” yang tempo hari sudah saya singgung pada artikel Jejak Digital Kita Sesudah Mati. Layanan google ini bisa menjadi jalan terbaik tatkala jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Karena satu akun google bisa jadi mempunyai beberapa data berupa Email, Google +, Blogger, Youtube, Google Drive. Dan mungkin dari akun ini, Anda juga hubungkan pada akun media sosial dan beberapa akun penting lainnya. Dengan layanan ini kita bisa menyetel periode kapan akun ini berakhir, kita bisa share seluruh data kepada… ...[Baca selengkapnya]..........

Permata di Masa Jahiliyah

Masa jahiliyah telah berlalu. Terhapus dengan diutusnya Muhammad ﷺ. Banyak orang menyangka masa ini adalah masa kegelapan yang merasuki semua lapisan masyarakat Jazirah Arab. Kerusakan akhlak, rendahnya moral, kehidupan yang bar-bar dengan berlakunya hukum rimba, itulah yang orang kira tentang mereka. Jika Anda menyangkakan yang sama, maka Anda belum mengenal utuh siapa mereka. Allah ﷻ mengutus Rasu-Nya yang terakhir di bumi Arab, di tanah Mekah yang kering, bukanlah tanpa hikmah dan alasan. Bukan karena moral mereka curam menukik dibanding masyarakat belahan dunia lainnya. Masyarakat Arab jahiliyah memiliki sifat mulia namun tidak tepat guna. Sifat yang nilai aslinya luhur namun tidak… ...[Baca selengkapnya]..........

Presiden Sukarno Mendukung Gerakan Pemurnian Agama “Wahabisme”?

Pesan Presiden RI. Pertama Ir.Sukarno “Agar Umat Islam Kembali Ke Manhaj Salaf” Di buku yang berjudul “Dibawah Bendera Revolusi” (yaitu kumpulan tulisan dan pidato-pidato beliau) jilid pertama, cetakan kedua,tahun 1963. pada halaman 390, beliau mengatakan sebagai berikut : ((” Tjobalah pembatja renungkan sebentar “padang-pasir” dan “wahabisme” itu. Kita mengetahui djasa wahabisme jang terbesar : ia punja kemurnian, ia punja keaslian, – murni dan asli sebagai udara padang- pasir, kembali kepada asal, kembali kepada Allah dan Nabi, kembali kepada islam dizamanja Muhammad!” Kembali kepada kemurnian, tatkala Islam belum dihinggapi kekotorannya seribu satu tahajul dan seribu satu bid’ah.” Lemparkanlah djauh-djauh tahajul dan… ...[Baca selengkapnya]..........

Tanda-tanda Kepemimpinan Yang Lemah

Jika anda sudah mulai merintis sebuah bisnis, tentunya jiwa kepemimpinan sangat penting untuk mengatur karyawan. Tapi pernahkah anda mengevaluasi diri anda tentang cara kepemimpinan yang selama ini anda jalankan? Jangan-jangan dimata karyawan, anda termasuk pemimpin yang tidak mempunyai jiwa kepemimpinan? Wah gawat kalau begitu. Mari kita simak beberapa tanda kepemimpinan yang lemah: 1. Tidak mempunyai misi dan visi Pemimpin tanpa sebuah visi bagaikan pengendara mobil yang tidak tahu arah tujuan, hal ini menyebabkan orang yang dipimpin menjadi lesu dan bekerja tanpa tujuan dan semangat. Pemimpin yang tidak bisa menginspirasi karwayannya akan menyebabkan bisnis menjadi tidak maju dengan pesat, sehingga penghargaan… ...[Baca selengkapnya]..........

Tak Sanggup Menghitung Nikmat Allah

Nikmat Allah sungguh tak sanggup untuk dihitung. Jika demikian, maka bentuk syukur kita pun masih terus mengalami kekurangan. Di awal surat An Nahl, disebutkan berbagai nikmat. Di antara nikmat yang disebutkan adalah hewan ternak, turunnya hujan, tumbuhnya berbagai tanaman (zaitun, kurma, dan anggur), beralihnya malam dan siang, adanya laut untuk mencari karunia Allah, adanya gunung-gunung yang dijadikan sebagai pasak agar bumi tidak bergoncang dan adanya bintang sebagai petunjuk arah. Kemudian setelah menyebutkan berbagai nikmat tersebut, Allah Ta’ala berfirman, وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.… ...[Baca selengkapnya]..........

Kemenangan Nabi Musa dan Kebinasaan Firaun di Hari Asyura

Ketika penduduk Mesir semakin fanatik dengan kekufuran mereka. Permusuhan dan pengingkaran mereka terhadap Rasulullah Musa ﷺ kian mengobarkan hasrat untuk membunuh dan menindas utusan Allah dan orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengikuti raja mereka yang zhalim, Firaun. Saat itulah Allah tegakkan hujjah-Nya membinasakan mereka semua. Mereka telah menyaksikan tanda-tanda dan kejadian-kejadian yang di luar nalar. Kejadian yang keluar dari proses alamiahnya. Dan membuat akal terheran-heran. Tapi mereka tetap tak mau berhenti, tak mau memahami, dan tak mau kembali kepada Allah ﷻ. Dengan kekuasaan dan kesewenang-wenangannya, Firaun berhasil menekan rakyatnya untuk mengingkari kebenaran yang dibawa Nabi Musa.… ...[Baca selengkapnya]..........

Ayat-Ayat Al-Qur’an Yang Zhahirnya Terkesan Bertentangan

AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG ZHAHIRNYA TERKESAN BERTENTANGAN, WAJIB DIBAWA PENGERTIAN MASINGG-MASING KEPADA KONDISI DAN KEADAAN YANG SESUAI. Ayat-ayat al-Qur’ân tidak mungkin ada yang bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Karena al-Qur’ân itu kalamullâh. Allah Azza wa Jalla berfirman : وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا “Kalau sekiranya al-Qur`ân itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. [an-Nisâ’/4:82]. Namun tidak dipungkiri, ada beberapa ayat yang zhahirnya terkesan bertentangan. Supaya bisa memahami ayat-ayat yang zhahirnya terkesan bertentangan itu, maka di antara caranya yaitu mengembalikan masing-masing makna kepada kondisi atau keadaan yang sesuai. Berikut… ...[Baca selengkapnya]..........