Anjuran Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari Mengingatkan Agar Meninggalkan Fanatisme

Kyai H. Hasyim Asy’ari Sang Pendiri NU Oleh: Kholili Hasib (Peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya) Akidah merupakan pondasi sakral dalam agama. Penyimpangan akidah berarti menegasikan agama Islam itu tersendiri. KH. Hasyim ‘Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulam’, ketika hidup di masa kolonial Belanda mencermati bahwa banyak aliran-aliran pemikiran yang bisa melunturkan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Ciri yang dapat ditangkap dari figur Syekh Hasyim ini salah satu di antaranya adalah penguatan basic-faith (asas kepercayaan) kaum Muslim. Fatwa-fatwanya mengikuti sejumlah ulama’-ulama’ mutakallimun (teolog) dari Organisasi NU yang didirikannya juga bertujuan melestarikan ajaran Ahlussunnah dalam masyarakat Nusantara, dengan menyatukan para ulama’ dan… ...[Baca selengkapnya]..........

Kisah Nyata Tentang CADAR, Kegigihan Berbuah Manis

Sebuah Kisah tentang Cadar Cadar… Satu kata yang dulu sempat membuat diriku takut untuk mendekati orang-orang yang memakainya. “Mungkin mereka jelek, makanya menutupi wajahnya, atau mungkin dia mempunyai gigi taring seperti drakula ataukah mungkin dia..begini..begini dan begitu”. Begitu banyak pikiran-pikiran yang menghantuiku ketika masih menjadi orang yang belum tahu tentang syari’at Allah tentang cadar ini. Sampai suatu ketika Allah menakdirkanku untuk mengenal sekumpulan akhwat yang bercadar, “subhanAllah” satu kata yang terlontar dari lisanku waktu itu. Ternyata mereka tidak seperti yang aku pikirkan selama ini, ternyata cadar merupakan salah satu syari’at dari islam. Berawal dari perkenalanku dengan para akhwat, disitulah awal… ...[Baca selengkapnya]..........

Apakah Anak Hasil Berzina Dapat Masuk Surga di Akhirat Nanti?

Pertanyaan: Apakah anak hasil zina bisa masuk Surga atau tidak, jika bertakwa? Sebab ia berasal dari gumpalan daging yang tercela. Jawaban: الحمد لله وحده والصلاة والسلام على رسوله وآله وصحبه . وبعد Anak zina bisa masuk Surga, jika ia wafat di atas Islam dan tidak ada pengaruh—meskipun ia anak zina. Sebab [perbuatan zina] itu bukan dari perbuatannya, tetapi perbuatan orang lain. Allah ta’ala berfirman, وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى “Dan seseorang tidak menanggung beban dosa orang lain.” (QS. Al An’am: 164) Dan karena keumuman firman Allah ta’ala, كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ “Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS.… ...[Baca selengkapnya]..........

WAJAH RASULULLAH LEBIH INDAH DARIPADA REMBULAN

Dalam Asy Syama-il Al Muhammadiyyah, Imam At Tirmidzi rahimahullahu ta’ala menyebutkan, عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ ، قَالَ : رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، فِي لَيْلَةٍ إِضْحِيَانٍ ، وَعَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ ، فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَيْهِ وَإِلَى الْقَمَرِ ، فَلَهُوَ عِنْدِي أَحْسَنُ مِنَ الْقَمَرِ Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah di malam bulan purnama. Beliau mengenakan pakaian merah. Aku pun memandang ke arah beliau dan ke arah bulan purnama. Maka, bagiku, beliau lebih menawan daripada bulan purnama.” عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ ، قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ رَضِيَّ الله عَنْه : أَكَانَ وَجْهُ… ...[Baca selengkapnya]..........

Ikut Pemerintah Dalam Berpuasa Atau Berhari Raya, Baik Pemerintah Menggunakan Hilal Atau Hisab,. Ngga Masalah, Karena Penetapan Hal Itu Hak Penguasa, Bukan Hak ORMAS..

Puasa Arafah Ikut Wukuf di Arafah atau Ikut Pemerintah? Puasa Arafah yang dilakukan tahun ini apakah ikut wukuf di Arafah ataukah ikut ketetapan pemerintah? Karena kalau ikut ketetapan pemerintah, maka puasa Arafah akan berbeda dengan waktu Jamaah haji wukuf di Arafah. Waktu wukuf di Arafah pada hari Jumat, 3 Oktober 2014. Sedangkan untuk 9 Dzulhijjah di Indonesia jatuh pada 4 Oktober 2014. Kalau Begitu Puasa Arafah Ikut Siapa? Yang jelas kasus semacam ini sudah ada sejak masa silam. Kita semestinya bersikap legowo dan lapang dada, menghargai perbedaan yang terjadi. Namun mengedepankan persatuan dalam masalah ini, itu lebih baik. Landasannya adalah… ...[Baca selengkapnya]..........

Tampang Arab Itu Belum Tentu Saudi, Apalagi Yang Demen Kawin Kontrak, Seperti Yang Suka Mampir Di Puncak

Jejak Imigran Gelap di Cisarua, Budaya Kawin Kontrak dan Bocah Berhidung Bangir Jakarta – Kawasan Cisarua jadi tempat favorit para imigran gelap. Kehadiran mereka pun sudah menimbulkan permasalahan sosial yang cukup mengganggu. Para imigran ini umumnya berasal dari Iran, Afghanistan, Irak, Srilanka dan Rohingya. Karakter wajah mereka memang biasanya berhidung mancung dengan wajah Arab. Rupanya karakter wajah seperti itu, membuat mereka bisa dengan mudah memikat gadis-gadis sekitar. Tak pelak, fenomena kawin kontrak pun bermunculan. “Dampak sosialnya itu kawin kontrak,” ujar Deputi V Bidang Koordinasi Kamnas Kemenko Polhukam Irjen Bambang Suparno di Kampus FH UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (5/12/2013). Bambang… ...[Baca selengkapnya]..........

Pengakuan tokoh syiah indonesia

Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah Sepandai-pandai tupai melompat, pasti kan terjatuh juga. Pepatah ini adalah hal pertama yang melintas dalam pikiran  saya ketika membaca tulisan bapak Haidar Bagir di harian Republika (20/1/2012) dengan judul: Syiah dan Kerukunan Umat. Bapak Haidar Bagir dengan segala daya dan upayanya berusaha menutupi beberapa ideologi Syiah yang menyeleweng dari kebenaran. Walau demikian, tetap saja ia tidak dapat melakukannya. Bahkan bila Anda mencermati dengan seksama, niscaya Anda dapatkan tulisannya mengandung pengakuan nyata akan kesesatan sekte Syiah Imamiyyah. Berikut saya ketengahkan ke hadapan Anda tiga pengakuan terselubung bapak Haidar Bagir. Pengakuan Pertama: Data Syiah Imamiyah tentang… ...[Baca selengkapnya]..........

Apakah Seseorang Mampu Memberikan Rezeki?

Pertanyaan: Apakah ada orang yang bisa mendatangkan rejeki kepada makhluk-makhluk lainnya atau mengangkat musibah mereka? Jawaban: Allah, Dialah, yang maha pemberi rejeki, yang memiliki kekuatan yang besar lagi sangat kokoh. Dialah yang mengabulkan orang yang terdesak, jika ia berdoa, menghilangka keburukan dan mengangkat mara bahaya. Adapun orang yang masih hidup, maka Allah hanya menjadikan orang itu sebagai sebab dalam memberikan rejeki kepada orang lainnya dan mengangkat bahaya atas izin Allah ta’ala. Adapun orang itu sendiri, ia tidak memiliki kuasa untuk memberikan manfaat dan mengangkat mudharat, untuk dirinya atau orang lain. KOMITE TETAP KAJIAN ILMIAH DAN FATWA Ketua              : Abdul Aziz… ...[Baca selengkapnya]..........

Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari? Jawaban Ilmiyah Dari Alquran dan Hadits, plus video simulasi

Benarkah Bumi Mengitari Matahari   MATAHARI MENGELILINGI BUMI SEBUAH KEPASTIAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH SERTA KESEPAKATAN PARA ULAMA 1. BUMI DIAM TIDAK BERGERAK Banyak sekali dalil yang menunjukan bahwa bumi itu diam dan tidak bergerak, baik dari al-Qur’an maupun as-Sunnah. Allah subhanahu wata’ala berfirman: إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ أَنْ تَزُولَا ۚ وَلَئِنْ زَالَتَا إِنْ أَمْسَكَهُمَا مِنْ أَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”[QS. Fathir:41] وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ… ...[Baca selengkapnya]..........

Di antara Syarat-Syarat Berjihad

Terkait beberapa syarat dalam berjihad, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah pernah menerangkan, “Haruslah ada di dalam jihad syarat-syarat berupa ada kemampuan pada diri kaum muslimin dan kekuatan yang dengannya mereka bisa berperang. Jika pada mereka tidak ada hal itu, maka mengajak mereka ke dalam peperangan sama dengan memasukkan mereka ke dalam kebinasaan.” Rujukan: Syarhul Mumti’, Juz VIII, halaman 10. ———- Sumber: DakwahIslam.Net – www.dakwahislam.net – Kamis,26 Pebruari 2015/7 Jumadil Awal 1436H… ...[Baca selengkapnya]..........

Tingkatan Dalam Islam yaitu : Islam, Iman dan Ihsan

Pembaca yang budiman, di kalangan tarekat sufi sangat terkenal adanya pembagian agama menjadi 3 tingkatan yaitu: Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat. Orang/wali yang sudah mencapai tingkatan ma’rifat sudah tidak lagi terbebani aturan syari’at; sehingga dia tidak lagi wajib untuk sholat dan bebas melakukan apapun yang dia inginkan… demikianlah sebagian keanehan yang ada di seputar pembagian ini. Apakah pembagian semacam ini dikenal di dalam Islam? Islam Mencakup 3 Tingkatan Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari pernah didatangi malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki yang tidak dikenali jatidirinya oleh para sahabat yang ada pada saat itu, dia menanyakan kepada beliau tentang Islam,… ...[Baca selengkapnya]..........

Melucu dengan Lelucon yang Isinya Kebohongan agar Orang-Orang Tertawa

Pertanyaan: Bercanda dengan lafaz-lafaz yang mengandung kekufuran atau kefasikan adalah perkara yang ada di sebagian kaum muslimin. Seandainya Anda dapat menyampaikan kepada kami pencerahan dalam permasalahan ini dan arahan [tentang] apa yang harus dilakukan seorang penuntut ilmu dan para dai. Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu ta’ala menjawab: Tidak diragukan lagi bahwa bercanda yang mengandung kedustaan atau berbagai hal kekufuran termasuk kemungkaran-kemungkaran yang paling besar. Dan yang paling besar adalah apa yang terjadi di tengah manusia di majelis-majelis mereka. Karena itu, yang wajib adalah memberi peringatan dari hal itu. Allah ta’ala memperingatkan hal tersebut melalui firmanNya, وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ… ...[Baca selengkapnya]..........